Selalu
saja ada cerita konyol yang bikin tersenyum mengenangnya... J
Siang
itu aku dan beberapa kawan yang bertugas menjadi panitia Ujian akhir DTA. Ga begitu
cape sih, coz aku juga ga sendirian yang kerja, dibantu beberapa teman. Bahkan ketua
pantiapun ikut nyemplung membantu.
Menjelang
sore persiapan sudah selesai tinggal menunggu esok hari start untuk uas. Aku and
the geng udah mau pulang eh diajak dulu makan. Kami ga bisa nolak, eh bukan ga
bisa tapi ga mau nolak heeee :D
Kami
semua para gadis masuk mobil sedangkan panitia laki-laki pake kendaraan motor. Sampailah
ditemapt yang dituju, salah satu rumah makan terkenal di kotaku. Beberapa waktu
yang lalu aku juga pernah ketempat ini dan aku tau harga makanan disini lumayan
menguras isi dompet.
Rtapi
buatku ga masalah toh aku ga bayar, kan di teraktir,,, harastis hee
Ditempat
ini pelayan tidak akan datang menyododrkan menu makanan, aku juga sudah tau
peraturan itu, sedikit berbeda dengan tempat yang lain. Dan dan beberapa teman
akupun pernah kesini kukira akan ada satu orang yang akan angkat kaki menuju
tempat pemesanan makanan, namun tidak ada yang beranjak.
Sampai
akhirnya sang ketua angkat biacra. “ih males banget buat kedepan pesan
makannya, heum liat aja kalau dama waktu sepuluh menit tak ada satu pelayanpun
yang datang kesini kita tinggalkan tempat ini dan cari tempat makan yang lain”..
Aku
hanya senyum-senyum saja sambil nonton tv yang tersedia di rumah makan itu. Ya dan
kami benar-benar menunggu. Sepertinya sang ketua kesal, ouh bukan hanya
ketuanya saja melainkan kami disini yang sudah duduk merasa bete menunggu menu
makanan. Akhirnya sang ketua ngomong lagi “kalau sipelayan itu tidak balik lagi
kesini berarti kita benar-benar akan meninggalkan tempat ini” wajahnya sedikit
kesal.
Aku
sih aceng-aceng saja ha,,, (lagi males ngapa-ngapain sih )...
Tak
lama sipelayan melewati meja kami, barulah sang ketua menanyakan menu makanan. Dan
si pelayan datang kembali membawa menu makanan.
Kami
yang berjumlahkan delapan orang tak ada satupun yang mau memulai pesan makanan.
Ini baru membuat aku sedikit jengkel. Aku ambil menu makanan dan akhirnya semua
sepakat memesan nasi komplit. Sederhana alasan kenapa kami memilih menu ini,
karena kami lapar ingin makan nasi. Menu makanan disini luamayan banyak, tapi
itulah yang dipilih. Padahal bisa bebas pesan apa saja. Ah dasar pada malas
memilih ya itu sajalah.
Pesanan
datang, kami semua lahap menikmati hidangan yang ada. Selesai amkan sang ketua
merogoh saku dan dikeluarkanya beberapa lembar uang dua ribuan, dua puluh
ribuan dan uang koin seribuan. Aku masih bengong, bagaimana cukup uang segitu
membayar semua makanan kami.
Sang
ketua nampaknya seperti serius tapi becanda juga. Dan menyerahkan uang kepada
teman kami unttuk membayarkannya. Sang ketua kemudian merogoh saku celananya
kembali dan dikeluarkannya beberapa lembar berwarna biru dan merah. Kemudian menyerahkan
kembali kepada temanku itu. Setelah itu sang ketua keluar dibuntututi panitia
putra. Au masih duduk menunggu temanku selesai membayar. Temanku melirik
memberikan tanda uangnya kurang.
Aihhh
sebel banget ternyata sang ketua itu benar-benar ngerjain kita, ah bikin malu
saja. Aku segera keluar menuju mobil niat meminta kembali uang yang kurang. Sang
ketua sudah menghidupkan mobil, aku sedikit melihat perubahan wahajnya anatara
ketawa sama terkejut.
“hah
uangnya kurang, ah jangan becanda kamu” begitu jawabnya setelah aku memberikan
laporan. Tak menunggu lama sang ketua keluar dan kembali ke rumah makan aku tak
ikut masuk aku memilih menunggu di luar.
Semua
teman-teman sudah keluar dan bergegas masuk kedalam mobil. Didalam mobil kami
tertawa karena malu uang yang harus dibayarkan tadi kurang. Dan ternyata sang
ketua benar-benar tidak tahu harganya, dan memberikan uang perkiraanya saja. Dan
lagi dan,, dan Sementara diantara kami tidak ada yang membawa uang sepeserpun. Ah
konyol...
Kamipun
pulang dengan perut yang sudah diisi juga sedikit cerita konyol...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar