Minggu, 27 April 2014

UANGNYA KURANG...



Selalu saja ada cerita konyol yang bikin tersenyum mengenangnya... J
Siang itu aku dan beberapa kawan yang bertugas menjadi panitia Ujian akhir DTA. Ga begitu cape sih, coz aku juga ga sendirian yang kerja, dibantu beberapa teman. Bahkan ketua pantiapun ikut nyemplung membantu.
Menjelang sore persiapan sudah selesai tinggal menunggu esok hari start untuk uas. Aku and the geng udah mau pulang eh diajak dulu makan. Kami ga bisa nolak, eh bukan ga bisa tapi ga mau nolak heeee :D
Kami semua para gadis masuk mobil sedangkan panitia laki-laki pake kendaraan motor. Sampailah ditemapt yang dituju, salah satu rumah makan terkenal di kotaku. Beberapa waktu yang lalu aku juga pernah ketempat ini dan aku tau harga makanan disini lumayan menguras isi dompet.
Rtapi buatku ga masalah toh aku ga bayar, kan di teraktir,,, harastis hee
Ditempat ini pelayan tidak akan datang menyododrkan menu makanan, aku juga sudah tau peraturan itu, sedikit berbeda dengan tempat yang lain. Dan dan beberapa teman akupun pernah kesini kukira akan ada satu orang yang akan angkat kaki menuju tempat pemesanan makanan, namun tidak ada yang beranjak.
Sampai akhirnya sang ketua angkat biacra. “ih males banget buat kedepan pesan makannya, heum liat aja kalau dama waktu sepuluh menit tak ada satu pelayanpun yang datang kesini kita tinggalkan tempat ini dan cari tempat makan yang lain”..
Aku hanya senyum-senyum saja sambil nonton tv yang tersedia di rumah makan itu. Ya dan kami benar-benar menunggu. Sepertinya sang ketua kesal, ouh bukan hanya ketuanya saja melainkan kami disini yang sudah duduk merasa bete menunggu menu makanan. Akhirnya sang ketua ngomong lagi “kalau sipelayan itu tidak balik lagi kesini berarti kita benar-benar akan meninggalkan tempat ini” wajahnya sedikit kesal.
Aku sih aceng-aceng saja ha,,, (lagi males ngapa-ngapain sih )...
Tak lama sipelayan melewati meja kami, barulah sang ketua menanyakan menu makanan. Dan si pelayan datang kembali membawa menu makanan.
Kami yang berjumlahkan delapan orang tak ada satupun yang mau memulai pesan makanan. Ini baru membuat aku sedikit jengkel. Aku ambil menu makanan dan akhirnya semua sepakat memesan nasi komplit. Sederhana alasan kenapa kami memilih menu ini, karena kami lapar ingin makan nasi. Menu makanan disini luamayan banyak, tapi itulah yang dipilih. Padahal bisa bebas pesan apa saja. Ah dasar pada malas memilih ya itu sajalah.
Pesanan datang, kami semua lahap menikmati hidangan yang ada. Selesai amkan sang ketua merogoh saku dan dikeluarkanya beberapa lembar uang dua ribuan, dua puluh ribuan dan uang koin seribuan. Aku masih bengong, bagaimana cukup uang segitu membayar semua makanan kami.
Sang ketua nampaknya seperti serius tapi becanda juga. Dan menyerahkan uang kepada teman kami unttuk membayarkannya. Sang ketua kemudian merogoh saku celananya kembali dan dikeluarkannya beberapa lembar berwarna biru dan merah. Kemudian menyerahkan kembali kepada temanku itu. Setelah itu sang ketua keluar dibuntututi panitia putra. Au masih duduk menunggu temanku selesai membayar. Temanku melirik memberikan tanda uangnya kurang.
Aihhh sebel banget ternyata sang ketua itu benar-benar ngerjain kita, ah bikin malu saja. Aku segera keluar menuju mobil niat meminta kembali uang yang kurang. Sang ketua sudah menghidupkan mobil, aku sedikit melihat perubahan wahajnya anatara ketawa sama terkejut.
“hah uangnya kurang, ah jangan becanda kamu” begitu jawabnya setelah aku memberikan laporan. Tak menunggu lama sang ketua keluar dan kembali ke rumah makan aku tak ikut masuk aku memilih menunggu di luar.
Semua teman-teman sudah keluar dan bergegas masuk kedalam mobil. Didalam mobil kami tertawa karena malu uang yang harus dibayarkan tadi kurang. Dan ternyata sang ketua benar-benar tidak tahu harganya, dan memberikan uang perkiraanya saja. Dan lagi dan,, dan Sementara diantara kami tidak ada yang membawa uang sepeserpun. Ah konyol...
Kamipun pulang dengan perut yang sudah diisi juga sedikit cerita konyol...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar