Rabu, 23 April 2014

NAYA NGOMPOL..



Satu tahun sudah aku berada dirumah ini, yang hanya dihuni oleh dua anak kecil tanpa Ayah dan Ibunya. Pagi ini aku sudah berada diluar sekadar jalan-jalan dipekarangan yang tidak begitu luas. Tiba-tiba dari arah pintu Naya munncul.
“syuuuuuuuutttttttttt!!!!!!!!!!!” tangannya menutupi mulut dan menunjuk kearahku, dia memberi isyarat agar aku tak mengeong.
“Nayyyyyyyaaaa !!!!!!!!!!” suara Norma dari dalam menahan langkah Naya dari ambang pintu. Sosok laki-laki itupun muncul dari balik pintu tangannya membawa selimbut.
“kau ngompol lagi ya Nay????” sambil dia menyodorkan selimbut kehadapan Naya.
“tidakkk bukan aku Kak yang ngompol, tapi dia” telunjuknya mengarah tepat dimukaku, ah sialan aku menjadi sasaran empuk anak kecil ini, kecil tapi cerdik.
“ah, masa pussy ngompol?” nada Norma tak percaya.
Aku tak ingin dijadikan tersangka oleh Naya, akupun mencium bau aneh dari tas gendong yang dibawa Naya, aku mengeong-ngeong.
“ha…ha…ini ada celana dalammu  Nay, jadi mana mungkin pussy memakai celana dalam, kau ini ngaco”  Norma mengeluarkan celana dalam Naya, seperti puas karena dugaannya benar.
“tidak, pokonya bukan aku Kak  yang ngompol!!!”  Naya mebalikan tubuh membelakangi Norma dengan wajah merah karena malu, marah juga karena Norma mengetahui aksinya.
“yakin bukan kamu yang ngompol??” melangkah mendekaki adiknya.
“ha..ha…ini ada bukti lagi” dengan sigap Norma membuka rok yang dikenakan Naya, ternyata benar, Naya tidak mengengakan celana dalam, karena celana yang dikenakannya basah terkena ompol Naya.
“huah,,,hiks,,,hiks,,,hiks,,, aku benci Kakak, kau keterlaluan, dasaar ikan cumi jelek” Naya benar-benar menagis, aku hanya tersenyum melilaht tingkah laku anak-anak ini, Naya yang imut, cantik, meski usianya baru lima tahun tapi dia tegar. Dan Norma sosok Kakak yang bertanggung jawab aku menjadi betah berada ditengah-tengah mereka, aku tak ada perasaan niat sedikitpun untuk pergi meninggalkan mereka. Terlanjur sayang.
Tiba-tiba Bibi Maria datang membawa sesuau dalam sekantong keresek hitam.
“ada apa ini Norma? Naya ngompol lagi dikasur?” rupanya Bibi Maria sudah mengetahui kebiasan Naya. Naya lari kedalam rumah  menuju kamarnya. Norma hanya menggangguk desertai tawanya yang tak henti.
Bibi Maria masuk kedalam dibuntuti Norma dan aku, Norma membelok kekamar Naya, pintupun dibukanya.
“heh anak yang suka ngompol, kata Bibi makan bareng cepat!” ajak Norma.
“apa sih, aku benci kakak, dasar jelek kau, cumi-cumi jelek!” balas Naya, matanya tak sedikitpun melirik kerah Norma, Naya sibuk mencatat di kertas yang ditempel ditembok.
Entah apa yang ditulis Naya, sepertinya dia akan meperhitungakan perbuatan kakaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar