Jumat, 05 Desember 2014

KAMAR MANDI Bagian 2



Ngomongin kamar mandi ya, penting..??? menurutku sih penting banget. Lagi-lagi dianggap hal yang sanagt urgen haaa haaaa…

Beberapa waktu yang lalu aku beniat untuk mandi sore, karena masih mengantre aku kembali ke kamar, dan akan kembali lagi setelah shalat magrib, aku pikir kamar mandi akan kosong karena biasanya ba’da magrib anak-anak ada kegiatan lagi. Memang ada kegiatan tapi kamar mandi teteap penuh,, kamar mandi yang tersedia berjumlah 18 kamar mandi, tapi semuanya penuh. Ah aku benci.

Tiba-tiba lampu mati, semakin kesal saja aku ini, dari dalam kamar mandi no 7 terdengar suara menjerit. Ternyata anak takut dengan kegelapan. Untuk membunuh kejenuhan menunggu akupun pura-pura menangis, sengaja niat nakut-nakutin anak. Ah tingkah isengku dari dulu emang ga pernah ilang.

“hiksss… hiskkkssssss” aku bersuara, tapi suara tangis dari kamar mandi semakin keras.
Terdengar suara anak yang bertanya kenapa dia menangis, mungkin itu temannya. Lampu kemudian menyala, sesaat terlihat dua anak yang sama tengah mengantre untuk mandi.

“de kenapa dia menangis…????” aku bertanya penasaran.
“takut the, tadi mendengar ada yang mengis”
“menangis, ouh itu teteh de, emang dia takut banget ya de nyampe nangisnya tidak berenti..?
“iya tehh dia emang begitu” dia berlalu meninggalkanku dan mendekt ke kamar mandi no tujuh, dia mencoba menenagkan temannya.
Lampu kemudian tiba-tiba mati lagi, dan aku masih penasaran, aku melakukan hal yang sama, membuat suara tiiruan menangis,,, suara di dalam kamar mandipun semakin keras.
Ah benar-benar nih anak, aku Cuma nakut-najutin tapi kenapa dia nyampe nangis begitu.

Lampu kembali hidup, aku berniat untuk mengakhiri candaan ini. Anak itu sudah selesai mandi tapi tidak mau kelua, sampai-samapi seorang temannya terus mengetuk-mengetuk pintu. Untung saja ga nyampe di dobrak. Anak itu keluar, matanya masih berderai air mata, isaknya membuat aku jadi merasa sangat bersalah….

Setiap kali bertemu anak itu, dia selalu menundukan pandangan, matanya seperti tak sudi bertatap denganku, ah benar-benar menyesal sekali, maafkan aku nak, hanya bercanda ko…

Tiga hari  kemudian, aku hendak mengajar sore, aku memutuskan untuk mandi dulu. Aku mandi di kamar mandi no 2. Dari kamar mandi pertama ada yang meminjam gayung, kata sebentar the.

Aku berikan, karena aku selesai sabunan, akupun meminta gayungku kembali, gayungku dikembalikan dengan berisi air, karena aku ingin air yang aku ambil sendiri, air yang berada digayung aku buang kerah kaki, wadawwwwwwwwwwwwwwwwwww aku menjerit. Sialan itu air panas. Dan siapa bocah yang berani memberiku air panas.


Aku sedikit ngedumel, aku kembali ke kamar sambil berpikir, dosa apa yang aku perbuat sebelumnya, setelah mengingat-ngingat ternyata dosa ngerjain anak, dan aku kapok untuk berbuat jail lagi.


KAMAR MANDI Bagian 1



Kamar mandi adalah sesuatu yang sangat urgen untuk semua umat manusia yang tidak terkecuali seperti aku juga. Dan aku memilki sifat pilih-pilih. seperti kisahku saat ingin kekamar mandi ditengah-tengan perkuliahan. Saat itu aku sedang berada didalam lab computer. Tiba-tiba aku ingin buang air kecil, tapi aku tidak mau kemar mandi yang dikampus.

Aku muter kepala mencari alas an untuk keluar dan pulang dulu. Aku berbisik kepada teman, aku ingin kekamar mandi, tapi aku gam au ngomong minta izin ke dosen. Temanku yang super baik ini ngomong ke dosen kalau aku sakit perut. Karena dosenku uga baik, beliau mengizinkanku untuk keluar ruangan. Tak disangka temanku yang kepo keluar juga. 

“mel, kamu kenapa?”
“aku sakit perut, jadi aku akan pulang”
“kamu sakit lagi haid ya, aduh kasian aku anterin pulang ya” sikap baiknya memang aku ancungin jempol. Tapi please  aku pengen banget nimpuk kepalanya saat itu, tak taulah bahwa aku ini lagi kebelet pengen pipis malah ditanya-tanya.

“heum… ndak usah, aku bisa naik angkot, lagian deket ko, kamu masuk aja lagi, nanti mata kuliahnya malah ketinggalan, beneran aku ga apa-apa ko..” berusaha mengikutiku menyebrang jalan.

Aku malah tambah kesel bukan seneng, aku pengen buru-buru nyampe ke kamar, ini salahku karena pilih-pilih kamar mandi, tapi bukan karena itu juga, masih ada alas an yang lainnya.

Setelah meyakinkan temanku untuk tidak mengantarkanku pulang dan kebetulan angkot yang kutunggu dating, aku langsung capcus. Karena memang jaraknya sangat dekat, tak sampai lima menitpun  angkot sampai.

Aku bergegas masuk kamar mandi yang kosong. Setelah aku kelur kamar mandi dilaur sudah ada temanku sekamar.
“kamu buru-buru banget mel”
“iya, tadi aku kebelet pengen pipis..”
“ouh, tapi ko masih bawa tas?”
“aku sengaja izin pulang pengen pipis heee hee”
“emang di kampus kamu ga ada kamar amndinya ya?”
“ada sih… tapi males aja..”
“ah itu pasti alesan biar bisa pulang cepet ya??”
“suerrrrr kagak… sambil nyengir :)

Aku berlalu meninggalkan temanku dan beranjak ke kamar, sampai dikamar aku baru sadar kalau aku meninggalakan mata kuliah yang sanagt penting tapi aku tak mungkin untuk kembali ke kamapus, si kepo taunya kalau aku sakit karena haid…
Ah sudahlah akupun tetap berada di kamar, dan istirahat.. :)