Si kunyuk itu
rupanya masih berani meneleponku, dasar keparat! Apa maunya, setelah
menghancurkan perasaanku bajingan itu ah, aku ingin sekali memakinya, aku ingin
mencakar mukanya”
“siapa Ra?”
“siapalagi Wi anak syetan itulah”
“maksudmu Romi, kamu jangan sembarangan
ngomong Ra”
“si anak setan itu harusnya aku cincang wi
bukannya kamu bela”
“aku tidak membelanya, kamu harus bijak Ra,
wlaubagaimanapun juga dia pernah berbuat baik kepadamu”
“aku tau itu,
tapi perlakuan dia selama aku kenal dengannya, aku seperti bukan wanita, aku
merasa tidak dihargai”
“ah sudah gini
aja deh sekarang, kamu lupakan dia, klo ada zmz dari dia km jangan blz, tlp
jangan diangkat, atau kamu ganti no”
“aku sudah
lakukan itu”
“lantas
kenapa??? Aku curiga kamu punya perasaan sama Romi”
“aku punya
perasaan sama si kunyuk itu??? Apa kata yang lain, mungkin aku kan dianggap
gila Wi”
“tidak Ra,
kamu jangan keras begitu, coba kamu lunakan hatimu itu, cara bicara dan
bersikapmu itu diperhalus”
“ah sudah wi
jangan kau bahas bajingan itu”
“Ra,
maaf,,matamu Ra, kamu nagis??? Kamu kangen ya sama Dava???”
“Wi,,
hiks,,hiks,, kenapa seperti ini jadinya, kenapa sekarang aku menjadi bimbang”
“apa kamu
yakin sama Dava?”
“kenapa kamu
bertanya begitu? Aku yakin dia yang terbaik,,,”
“tapi matamu tak dapat
berdusta, Dava hanya pelarian hatimu, kau memilihnya hanya sebagai sandaran
ketika kau hancur, tapi ternyata kaupun hancur karena dirimu juga”
“wi tolong
kuatkan aku, bahwa pilihanku memang benar, dan tidak salah, aku tau Dava
terlalu diam untuk orang seperti aku, tapi setidaknya dia lebih baik dari
bajingan itu hiks,,hiks..”
“sudahlah
lupakan saja Romi itu, dan Dava, dia memang baik Ra, tapi,,,”
“tapi kenapa
Wi?? Kau jangan membuatku bingung!!”
“tapi dia
yakin lebih baik dari Romi he,,he,,, senyum dong Dara Manis,,”
“kau ini Wi
paling bisa membuatku tersenyum”
“ya udah
mendingan kita makan yuk, kamu belum makan kan..”
BERSAMBUNG....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar