Rabu, 23 April 2014

NAY, KAMU TIDAK SENDIRI...



“kak, apa kita anak yang malang?” astaga, Naya berkata demikian, mengatakan hal itu, siapa yang berani berkata itu kepada Naya, apa orang itu tidak berpikir dia gadis kecil.
“kak…!!” aku terdiam memilih kata-kata yang tepat untuk menjawabnya.
“kata siapa Nay?” aku harus tau dulu yang mengataknnya.
“Nenek yang diseberang rumah kita”
“tidak Nay, kita tidak malang, dia yang malang” jawabku.
“lho kenapa Nenek itu Kak?”
“iya karena dia hidupnya sendirian, sedangkan kita bertiga, ada Naya, Kakak, dan Pussy” semoga jawabku lebih meyakinkan Naya.
“iya kakak benar, kita bertiga” betapa bahagianya aku melihat Naya tetap tersenyum.
“kakak, keningmu kenapa terluka?” aduh Naya tahu juga aku terluka, gadis kecil ini sangat teliti, ah ini tidak terlalu serius.
“tidak apa-apa, Kakak hanya terjatuh” memang itu benar aku terjatuh tadi dibelakang.
“sini kak biar Naya obtain, Nayakan calon dokter” aku membiarkan dia mengobatiku.
“aw..perih Nay” aku meringis.
“ya tak a pa Kak, ini pake saus” jawabnya.
hah!! Yang benar saja” aku terperanga bagaimana dia punya ide dengan saus, ah pelajaran macam apa itu yang ada juga pake obat merah.
 “ya kak, karena obat merah tidak ada jadi Naya pake saus” denagn santai dia mengobatiku, dia berpikir apa yang dilakukannya itu benar. Huh dasar anak kecil.
“o iya Nay ayo kita makan, nanti makannya keburu dingin” ajakku.
“iya Kak”  dengan lahap Naya menyantap masaknku, yang menurutku entah enak atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar