Maalam ini, aku
mengenangmu BETA, mungkin kamu tak kenal aku,,, tapi aku yang mengagumimu
sebagai mujahid :)
Minggu, 08 Februari
2015, pukul lima pagi ketika kami tengah mengkaji kitab waraqat, kitab yang
mendalami ilmu usul fiqih. Ilmu yang sangat bermanfaat, yang harus diketahui
oleh setiap muslim, usul fiqih.
Materi pagi ini
menyangkut kepada sang pengarang kitab, juga para ulama pada zaman dahulu
hingga hari ini. Sampai pembahasanpun menyangkut kepada dakwah hari ini.
Bagaimana islam menyebar.
Sampai menceritakan
perjuangan dakwah di papua, sebuah wilayah yang masih jauh dari pengaruh agama
islam. Mengingatkanku sosok yang pernah kulihat beberapa kali saja. Sampai aku
pernah menyimpan rasa kagum atas berita perjuangannya itu.
aku bukanlah tokoh
utama dalam cerita ini, aku seorang piguran yang tak sengaja lewat.
Bermula dari acara
kumpulan para pengurus santri, kami semua membahas apa saja agenda kegiatan
tahunan yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Yaitu POSMA, pertemuan ini dihadiri badan pengurus santri
putra dan puteri. Sebenarnya gosip santri laki-laki kelas takhosus sudah
terdengar semenjak seminggu kebelakang, ternyata malam ini aku baru melihatnya.
Dia berasal dari papua, daerah yang jauh dari pulau jawa.
Belum lama ternyata
dia juga baru masuk islam, aku hanya tau namanya Muhammad Rizal, sementara
namanya sebelum masuk islam aku tak tahu, dan akupun tak banyak bertanya. Dan
diapun baru belajar membaca alquran memulainya dari iqro.
Begitulah cerita
yang aku tahu, kenapa dia bisa berada disini sekarang, karena dia bekerja
disebuah hotel di papua, sementara pemilik hotelnya adalah orang yang berasal
dari ciamis, dan seorang muslim, beliau berhasil membawa rizal memeluk islam.
Untuk lebih
mengetahui dan mempelajari islam, rizal tidak lagi bekerja disana, dia
dipindahkan ke ciamis, sengaja pemilik hotel itu menitipkan dipondok ini.
Itulah kenapa dia ada di ciamis.
Waktu yang telah
ditentukan, yaitu posma dilaksanakan disebuah daerah di kecamatan, kami panitia
dan peserta menginap dua malam di tenda.
Aku sebagai petugas
konsumsi, pagi ini aku harus mengambil konsumsi yang sudah disiapkan, dibantu
beberapa panitia laki-laki. Diperjalanan aku baru tau bagaimana seorang rizal
itu, dia bukan tipe orang pemalu, dan dia mudah sekali berbaur dengan teman-temannya.
Itulah yang aku ingat sampai sekarang. Bahkan diapun senang becanda, aku dan
merekapun merasa terhibur.
Beberapa bulan
setelah posma, aku tidak lagi mendengar dan melihatnya. Akupun tak
bertanya-tanya.
Dipapua sana aku itu
adalah beta, dan rizal malah dipanggil beta. Sampai sekarang. Beta begitulah
panggilan untuknya dipondok ini.
Hari itu aku jaga
penerimaan santri, kebetulan seorang teman bercerita pertama kali dia bertemu
beta, membuatku teringat beta, dan bertanya kemana beta, sudah lama aku tidak
melihatnya, bahkan mendengarnya.
Trenyata beta
kecelakaan motor. Punggungnya patah. Aku kaget, bagaimana bisa dia bisa
kecelakaan, dan katanya dia pulang ke papua kembali.
Sedih rasanya
mendengar beta kecelakaaan. Aku hanya bisa berdoa semoga beta cepat sembuh dan
kembali belajar.
Bulan desember,
bulan terakhir di tahun 2014. aku diberi kabar bahwa beta telah meninggalkan
dunia ini selamanya….
Aku seperti mimpi,
tak percaya, teman-teman mengatakan bahwa berita itu benar adanya.
"Innalillahi
Wainna ilaihi rajiun… ada dua persanaan yang timbul, sedih karena dia begitu
cepat pergi, bahagia karena beta meninggal setelah masuk islam.
Berita yang aku
dapat juga, bahwa tidak mudah untuk beta bisa masuk islam, beta di ancam
keluarganya, jika beta masuk islam maka beta akan di bunuh.
Malam ini, aku
mengengang beta… mengenang sebagai seorang yang berjuang untuk agamaMU…
Rabby, doaku malam
ini, Allhumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu… semoga Engkau ampuni semua
dosa-dosanya, lapangkanlah kuburannya, terangilah kuburannya.. Masuklanh dia
sisurgaMU… amien..
Selamat jalan
BETA...

