6-7 juni 2015
Pertama-tama
terimakasih kepada Allah SWT yang memberikan kami semua nikmat, keselamatan,
hingga kami bisa melaksanakn perjalan, dan samapi dnegan selamat. Alhamdulilah J.
Akirnya aku punya
waktu dan mood yang bagus untuk menuliskan perjalananku…Perjalananku kali ini
ke “prau-dieng-wonosobo” pendakian kedua setelah perndakianku nke
“papandayan-garut”. Semua rencana ini dimulai dari perjalanan pulang dari
papandayan, dan baru terealisasikan setelah enam bulan lamanya menunggu.
Karena kesibukkan
teman-teman, maka kami memilih waktu yang benar-benar bisa untuk kita berkumpul
kembali, meskipun tetap masih saja ada yang tidak bisa hadir. Dua absen, tapi
sebagai penggantinya hadir empat teman baru. Aku sendir sangat bahagia, setiap
kali perjalanan selalu menambah teman.
Oke setelah
rapat dua kali di kawasan alun-alun ciamis, kami sepakat berangkat tanggal 6
juni dengan menggunakan mobil sewaan, supaya lebih aman dan nayaman, ga ribet
naik turun mobil dengan membawa beban. Kami melakukan perjalanan ini hamper
sama dengan perjalan ke papandayan. Menggunakan mobil sewaan.
Sabtu, 6 juni
2015. pukul 06:00
Aku sudah
resah tak karuan karena teman belum juga dating menjemput, padahal perjanjian
berangkat pukul 05:00. Yeeah karena adalasan yang sangat penting dan akhirnya
kita bernagkat pukul 06:30. Dengan satu mobil xenia dengan muatan sepuluh orang
dan semua barang orang. Penuhlah mobil kecil itu. Tapi kami tetap merasakan
sangat bahagia…
Pukul 10:00 kami berhenti di pom bensin untuk
istirahat sejenak, kami memanfaatkan waktu dan tempat itu dengan sangat
berharga, stelah satu jam istirahat, perjalanan kami lanjutkan kembali.
Selama did lam
mobil kami bercanda, tertawa, tidur, makan. Dan itu membuatku bahagia, lebih
bahagia daripada sekedar duduk bersantai dan bermalasan di dalam kamar.
Kami hamper
sampai di dieng, tapi macet yang lumayan panjang dan lama, membuat kami
menunggu didalam mobil, udara dingin sudah sangat terasa merasuk tubuhku.
Kemacetan ini dikarena ada festival, yang entah seperti apa festival disini,
karena aku hanya menyaksikan ribuan manusia yang berdesakan.
Saat itu ma
ihat membuka jendela mencari udara segar, kemudian beberapa motor melintas
lengkap layaknya orang yang akan mendaki, itu bisa dipastikan tujuan mereka
sama dengan kami, yaitu prau.
“sampai ketemu
diatas ya”
Tiba-tiba ma
ihat berucap kekenaknya, sontak semua orang yang ada dimobil tertawa. “mae aku
merasa malu” kami semua tertawa kembali. Itu salah satu kekonyolan selama
perjalanan didalam mobil.
Tepat pukul
15:00 kita sampai, turun dari mobil kami
langsung mencari mushola dan kamar mandi air disni benar-benar dingin
berrrrrrrrrr….
Pukul 16:00
perjalan dimulai… subhanalloh keindahan dieng benar-benar nyata, selama ini aku
hanya melihatnya didalam gambar. Dan keindahan ini aku tidak mampu
menjabarkannya dengan kata-kata. Subhanalloh… allohu akbar..
Pos pertma
terlewati,, dan kami sekarang memasuki hutan pinus, kami berpikir sama, seperti
melihat tempat ini seperti di dalam film twilight. Evi mulai muali teriak
“Jacob”. Sepajang melewati hutan ini kami saling memanggil dengan para pemeran
film twilight, Jacob, Edward, bella, alice. Candaan demi candaan lumayan
membuat kami sedikit lupa tentang lelahnya perjalanan.
Kata a delon
selaku guide kami katanya perjalanan sampai puncak dua jam setengah kalau
cepat, diperkirakan magrib katanya. Ternyata kami lambat dan magrib kami masih
dihutan. Kami segera berhenti untuk mengambil senter. Aku mengeluh karena
lelah, beban didalam tasku benar-benar berat air dua liter dan perlengkapan lainnya
membuatku lelah sekali, untunglah a omen, mau membawakan satu liter airku, itu
membuatku bhagaia, beban terkurangi J.
Hari mulai
gelap, kami melihat kesamping dan itu indah banget, matahari terbenam, awan,
semuanya indah, sayang tak seorangpun yang mengabdikannya leat kamera. Aku
sendiri lupa akan hal itu. Yang sementara yang lain entahlah.. mungkin sama
denganku. Dan keindahan itu aku mengabadikannya hanya dengan mata dan hatiku.
Subhanalloh.
Kami
melanjutkan perjalanan. Tibalah ditempat yang lumayan datar, cukup untuk kita
semua istirahat barang sejenak.
Aku
memposisiskan tubuh terlentang, indah seklai bintang diatas, sepertinya kami
semua melakukan hal yang sama, bahkan a omen melkaukan adegan seperti di
film-film romantic. “yang aku melihat bintang, indah sekali. Meski kita tidak
ditemat yang sama kamu juga melihat bintang yang sama kan yang”. Aku iseng
menjawabnya. “tidak yang, aku disini tidak melihat bintang, aku disini melihat
lampou neon”. Dan kamipun tertawa, itu cara kamai melepas lelah. Karena malam
mulai merangkak, kami diharuskan cepat-cepat untuk melanjutkan perjalanan,
takutnya samapi puncak malam sekali.
Dari temapt
ini kami melihat bukit bintang, dibawah bintang-bintang dari kota, dan bintang
yang ada dilangit. Pemandangan yang indah. Sayang pemandangan itu tidak
berlangsung lama. Aku melihat jam tangan, pukul 19:00. Sayang seklai kabut
mulai turun. Angin kali ini mulai berhembus lebih keras. Lebih dingin aku
merasakannya pula.
Sekarang kami
sudah mulai ke bukit teletubies, sebenranya dari tadi the ecy sudah mulai lelah
juga a dian, buatku a dian wajar, karena ini adalah kali pertama dia muncak,
dan dia pula yang mengemudikan mobil, pasti lelahnya double.
Karena
khawtir, a delon memutuskan kami dibagi dua kelompok, satu kelompok terkebih
dahulu bersama a deolon yang ikut kelompok itu, evi, the alis, nunik, dan
neneng. Sementara aku ikut kelompok a omen, a dian, the ecy, dan the ihat.
Kelompok kami
duduk sementara, karena tee cy lelah, sepuluh menit kemudian aku menyarankan
suoaya kita jalan saja jangan lama istirhat, toh cuacanya lumayan buruk idngin
seklai, kabut tebal sungguh sangat mengerikan khususnya untukkku. Dingin
sekali.
A omen setuju,
kami berjalan, tapi kami menemukan belokkan, ada yang ke kanan dan ada yang ke
kiri. Tak lama rombongan lain lewat mereka mengambil arah kiri, kami
mengikutinya. Karena kami lamban kami kehilangan mereka, akhirnya kami istirhat
kembali.
Toh kalaupun
kita tidak jalanpun kami akan dijemout nanti oleh a delon, begitu awal
perjanjian. Tapi karena cuaca dingin sekali, kami harus tetap gerak. Aku ingat
pesan a delon “angin jangan dilawan, kalau dilawan nantinya akan terasa semakin
dingin”.
Dan yang
paling mengingat pesan itu adalah the ihat. Ditengah penantian a delon tertanya
a dian kedinginan, the ecy, dan aku. Sementara yang masih kuat tinggal a omen
dan the ihat.
Aku merasa
seluruh tubuh kaku, gemerta gigi,,, ah sangat dingin. A omen mencari tempat
yang aman, matras digelar, kami semua mulai panic. A omen menyarankanku untuk
membuka tas, dan memakai sb. Sementara pikiranku tak karuan, aku malah ingat
evi dan rombongan a delon. Aku tau evi dia tidak begitu kuat dengan cuaca
dingin, tapi sb justru ada di tasku.
Apalah dayaku
aku memakai sb, aku dipeluk erat oleh the ihat, tapi tetap rasanya dingin sekali,
titambah angin behembus semakin kencang.
A omen sibuk
membuka tas, megambil kompr dan gas, menyalakannya, untuk mencari sumber
hangat, sayang nesting ada dikelompok a delon. Aku tetap dingin, teman-teman
mencoba menenagkan dan menghangatkanku.
Para pendaki
lain lewat, melihat kami terkapar mereka hanya bilang suoaya kami cepat ke
tenda jangan sampai kena hipotermia. Justru saat itu aku tengah hipo. Pikiranku
makin kacau, antara pasrah dan ingin berjuang.
Satu jam
kedian terdengar teriakan a delon memanggil aomen, aku merasa aku akan segera
terselamatkan dari rasa dingin ini. A delon mengabsen kami, kedian bertanya
meli mana? Saat itu aku terbungkus sb, dia langsung membuka sb ku.
“jangan panic”
katanya sembari tangan sibuk membenahi semua brang-barang kami. Tasku
dibawanya, kemudian kami berjalan, jalanku terseok-seok, bahakan tersandung,
aku berjalan sambil memakai sb. Aku merasa ada cairan dari hidung, karena gelap
aku tak tau apa itu, apa cairan karena dingin, atau itu mimisan. Aku tak tahu,
gelap.
Sepanjang
jalan adelon terus menerus membalikkan tubuhnya, meastikan kami berjalan
baik-baik saja, sembari mengatakan hal yang sama “jangan melaan dingin”. Akupun
mulai merasa baik. A delon sebenarnya diperjalanan menjemputku kelompokku dia
tersesat, karena kabut tebal, itu;ah mengapa dia sedikit lama.
Aku tak dapat
membayangkan jika itu aku. Akhirnya samilah aku ditenda, hanya ada satu,
didalam sudah ada teman yang lain, aku cepat dusruh masuk dan menghangatkan
diri. Sementara teman yang lain megambilkanku air hangat, itu sangat membantu.
Selanjutnya a
omen dan a delon kembali medorikan tenda yang sempet tertunda karena menjemput
kami. Tiga tenda telah jadi, yang lain masak makaan n=dan minuman, aku meilih
mie cup, stelah aku makan aku benar-benar tidur.
Aku terbangun
sudah pukul 05:00. aku keluar kabut masih tebal, dan woow semalam aku masih
ingat hanya tenda kami yang berdiri, tapi ini sudah banyak, berarti bukan hanya
kami yang melakukan pendakian malam, tapi merekapun.
Aku evi, the
ihat keluar api kami tidak lama, kalah dengan rasa dingin, kembali ke tenda.
Sementara yang lain masih tidur. Itu karena mereka malam tidak tidur. Aku faham
itu.
Pagi pukul
07:00 matahari belum juga muncul, gagallah untuk melihat matahari terbit L. Bahkan
sampai pukul 10:00. Kabut masih menutupinya. Kata a delon jangan terlalu siang
turun harus memperhitungkan waktu, kalau sempet kami akan mampir ke telaga
warna.
Oh iya, di tas
kami juga bertemu dnegn beberapa pendaki, tetangga tenda hee, danrata-rata
mereka laki-laki, berbeda dengan kami yang mayoritas wanita, dengan jumlah
kelompok yang banyak hee.
Kami turun
pukul 10:00 samapi di bawah pukul 13:30. Pukul 14:00 kami pulanh, telaga warba
cancel, waktu tidak memungkinkan. Didalam mobil aku mengenang kejadian semalam
yang sangat menakutkan antara hidup dan mat karena dingin.
Alhamdulillah
disetiap perjaloanan aku mendapat perjalanan. Dari the ihat dia kuat, bahkan
dialah yang menjai sandaran, evi yang aku cemaskan, justru dia sangat kuat
dariku, terimaksih evi kau membunuh rasa khawatirku, a omen siap dalam setiap
kedaan, a delon super duper kuatnya, dan mampu bersabar dengan kami, the ecy,
mama yang mebawa perbekalan kuat.
Neneng, penghibur yang membuat kami tertawa. A dian , nunik, the alis,
semuanya, kami saling menguatkan. Terimaksih smeuanya.
Bahakan ucapan
terimakasihpun tak cukup untuk membalas smua kebaikkan kalian J…
Sampai jumpa
di perjalanan selanjutnya…