Selasa, 26 April 2016

hi Zona apakar???

hai zona apakabar???
ini sebenbarnya pertanyaan untuk diriku sendiri, lama sudah aku tidak menulis, rasanya kangen banget,, sorry banyak sekali kesibukkan dan satu hal yang paling besar menghalangiku ini adalah rasa malas yang membrogol tangan untuk menulis. maaf aku zona, memaafkan diri sendiri.
semenjak aku pindah ke pulau yang indah, ya indah apapun yang Allah ciptakan indah bukan. yang menjadikan sesuatu itu jelek itulah manusia.
oke back to cerita..
ya semenjak pindah bulan agustus 2015 aku pernah menulis, hanya saja sedikit dan itu tidak terlalu membuatku bangkit untuk lebih semangat hidup, jadi aku mengganggapnya aku tidak pernah melakukan apapun.
heum,, apa yang ingin ceritakan ya?? mulai dari mana aku juga bingung.
banyak sekali yang ingin aku tulis, yang ingin curahkan, yang ingin katakan, lebih dari kata-kata yang aku tulis.
pertama dari perjalananku naik mobil menuju bandara soekarno hatta. semuanya lancar, hanya saja aku sempat kelimpungan saat berada di bandara, ya namanya juga pertamakali dan sendirian, tentunya perlu petunjuk yang jelas, dan tanya sana-sini. meskipun aku seringkali malu untuk bertanya, tapi tidak untuk kali ini. untuk membunuh rasa maluku, aku selalu bilang kepada diriku sendri "hei red, kamu tanya saja, toh mungkin kamu tidak akan bertemu lagi dengan orang itu, dan pasti orang itu akan lupa kepadamu, dan satu hal yang pasti kau juga akan melupakannya, karena kau ini sedikit pelupa" itulah hiburan untuk hati yang selalu berdebar.. :)
selama dalam pesawat aku tertidur pulas, rasa kantukku yang sudah tak tertahankan lagi membuatku tak sadarkan diri hingga satu jam lamanya. perjalanan tiga hari mengurus ini itu membuatku lelah. padahal sebelum aku terbang temna-teman mengatakan ketkautan-ketakutan selama dalam peswat, tapi aku tidak merasakan itu semua.
setibanya di bandara depati amir, aku menghirup udara pagi kota pangkalpinang, dan wajah-wajah asing. tidak akan ada yang menjemputku, aku mulai mencari taxi, mataku memilih taxi yang terparkir didepanku.
seorang bapak-bapak ramah menyaapu dan menwarkan taxinya. aku langsung mengiyakan.
aku langsung menyebutkan tujuanku. taxi melaju dalam kecepatan yang stabil, tidak lambat juga tidak cepat. supirnya memutar murotal, ah kukira ini sangat kebetylan sekali, aku merasa beruntung mendapatkan taxi ini. sesekali aku melihat keluar, tapi tak terasa limabelas menit perjalanan sudah sampai ke tempat tujuan yaitu rumah. aku disambut mamah, bapak dan adek bungsuku.
aku keluar dari dari taxi, dan tentunya membayar taxi.
kulihat jam sampai dirumah, pukul depalan pagi, aku langsung kekamar menyimpan koper dan satu tas gendong, aku duduk, dan berbincang bersama mamah dan bapak. setelah cukup setengah jam kami berbincang aku kembali ke kamar untuk istirahat. tiba-tiba tante mengetuk pintu, dia berdiri didepan pintu, ah sennag rasanya bisa bertem dengan orang-orang yang dulunya hanya bertegur sapa leat dunia maya, sekarang bertatap muka langsung di dunia nyata. menyenangkan seklai bukan???
ternyata tante mengajakku liburan, untuk sessat aku masih bengong, tapi mamahku langsung mengiyakan, dan aku tentunya aku langsung bilang iya juga, secara jiwa petualangan ini sudah mendarah daging pada dirku, tak hiraukan rasa lelah tubuh yang minta untuk istirhata.
pukul sembilan pagi aku bergegas pergi tanoa ganti baju, aku langsung bernagkat.
teluk uber... bersambung....




Kamis, 18 Juni 2015

TUGU CIAMIS



16-17 juni 2015
H-2 ramadhan, the ecy mengajakku untuk muncak, padahal sepekan yang lalu kami barulah turun dari gunung prau. Dan sekarang mengajak lagi, tapi aku langsung bilang ok. Karena aku merasa kuat, padahal saat aku mengucapkan ok aku dalam kedaan demam.
Bahkan hari keberangkatanku aku masih merasa demam, tapi aku merasa yakin kuat. Kali ini muncak ke gunung tugu-sadanya-ciamis. Hanya perlu naik angkot dua kali dari tempat tinggalku. Padahal tempat ini dekat, tapi aku belum pernah kesana, sementara the ecy sudah beberapa kali. Dia ingin mmperlihatkan keindahan ciamis dari ketingian. “cuacanya cerah lho, sayang untuk dilewatkan, begitu bujuknya”. Tanpa begitupun aku sudah sangat ingin. Kesempatan, kapan lagi hee.
Kali ini yang siap berangkat hanya aku, the ihat, a omen, dan the alis, sementara the ecy dia bersama anak-anak pcianta alam ambranx yang diasuhnya. Dan untuk perbekalan selama diatas katanya ata stok banyak.
The ecy sudah menunggu dipos pemberagkatan, sementara aku berempat janjian akan bernagkat dari terminal, selnajutnya akan menumpang mobil aomen, dia akn bawa mobil. Pukul 13:30 kaki janjian di terminal, sebelum duhur a omen dating ketempatku mengantarkan tenda, tapi beberapa memenit kemudian dia mem;batalkan keberangkatannya, mendadak ada panggilan untuk ke bogor, panggilan dinas  L.
Apa boleh buat, aku memajukan waktu keberagkatan menjadi pukul 13:00. Supaya tidak telalu sore untuk muncaknya. Aku bersama the ihat menunggu angkot, tiba-tiba a omen dating, dia menyampaikan mohon maafnya karena tidak bisa menemani kami muncak, tak apalah, hal yang seperti itu bisa saja terjadi, nothing imposible.
Sebagai gantinya, akmi akan diantarkan sampai sadananya, supaya tidak naik angkot. Sementara the alis sudah menunggu di terminal, aku naik angkot dan the ihat, kami janjian disana.
A omen melesat dengan motornya, aku ambil mobil dulu katanya begitu. Menunggu diterminal lumayan lama. Pukul 14:00 barulah meluncur. Sesampainya disana sudah ada the ecy yang meunggu dengan motor, karena o men tidak sampai pos awal mengantarnya. Tak apa, toh ini tinggal sedikit lagi.
Bukan reptile (rempet tilu) tapi ini rempet emapat, kami satu motor, aku the ecy, the ihat, dan the alis. Nekad haaa. Perjalanan dimulai. Udaranya tidak begitu dingin, masih ukuran biasa saja. Treknya pun tidak begitu sulit, sangat mudah sekali, tapi serem, soalnya ada makan keramat hiihiii. Karena baru kali ini kami naik tanpa laki-laki.
Cukup setengah jam untuk mencapai puncak, itu untuk yang sudah biasa, karena aku baru pertama kesini, jadi tidak setengah jam. Suara gemuruh air sudah mulai terdengar, akau makin tak sabar, untuk sampai disana, aku juga bersyukur seklai disini ada sumber air, tidak usah khatair untuk urusan air lagi heee.
Seampainya disungai aku alngsung mengambil air wudhu, dingin seger. Setelah kamin solat, kami membuka bekal, sengaja tidak di puncak, ingin meraskan suasana makan ditemani suara air yang deras.
Kemudian ada berapa para opendaki lain yang sama akan negcamp. Disusul dengan anak-anak ambranx. Pukul 17:20 kami melanjutkan ke puncak, tempat ngecamp.
Disana hanya ada dua tenda, satu tenda ukuran besar dan terbuka, satu yang kecil. Benar indah seklai, subhanalalloh, aku melihat kotaku dari atas, senja mulai menyapa lembut, kemudian malam mulai  merangkak. Semakin amlam semakin indah, bintang dilangit dan bukit bintang ciamis. Udarapun tidak terlalu dingin, bahkan kami kami tidur diluar.
Karena anak-anak ambranx ada materi materi, aku bertiga, aku the ihat dan the alis, tidak ikut kami memilih menunggu sembari menikmati Susana malam. Kulihat ada lima orang naka yang tidak ikut, mreka justru asyik canda tawa didepan api unggun, aku penasaran, aku suruh the alis untuk bertanya kenapa mereka tidak ikut kegiatan.
Dan ternyata, mereka bukan ambranx, tapi mereka beda kelompok. Gubrak malu kataku. Padahal dari tadi kami gabung dengan mereka, minta air hangatlah, ubi bakar, haduh,,,, malu….. sebelumnya the ecy tidak bilang kalau mereka bukan bagian kelompok.
Aku the ecy, the ihat, the alis dan satu teman baru cewek, lupa namanya, (maafkan aku). Kami tidur diluar diatas matras, tidak memakai sb, hanya jaket dan selimbut, sapai tengah malam kami sadar mulai dingin, kurasa kamilah berlima yang tidur sementara yang lain tidak, mereka benar-benar menikmati malam diatas gunung, bersama teman, api unggun, pemandangan cantik. Ah aku kalah dnegan rasa ngantuk.
Seorang bapak-bapak meyuruh kami untuk tidur didalam tendanya yang kosong, tendanya cukup luas muat untuk 6 orang. Sementara beliar diluar bersmama anaknya menghangatkan tubuh dengan api unggun.
Terlanjur bangun akau malah merasa sangat lapar, akhirnya kami memasak mie, nikmat sekali makannya didepan api unggun.
Setelah makan apa yang terjadi, tidur lagi heeeeeeeee heeee
Pagi menyapa, setelah membereskan semu barang kami, kami bertiga pamit pulang, sementara yang lain sampai sore, kai pulang pukul 08:00. Alhamdulillah kami pulang bertiga aku, the ihat the alis. Aku menyebutnya wanita tanggu J.
Karena tidak ada kendaran, jadi kami harus jalan menuju terminal sadanya, buat kami tidak masalah walaupun jarak cukup jauh, toh kami juga memang kuat hee.
Tapi dijalan adaangkot ayang sudah mengantakan anak-anak ke tempat kolam renang disana, stelah cukup luamayan jalan kami naik angkot. Dan dijalan pulang kami pulang bareng bersama tenda tetangga yang semalam member air hangat. Mereka masih sangat muda, dan semua laki-laki mereka ada yang umur 13 tahun, dan aku dapat meperkirakan yang tertuanya umur 20 tahun.
Sesamoainya diterminal ciamis, kami bertiga memutuskan untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan, kami berpisah didepan warung bakso.
Selalu ada kisah disetiap perjalana, dan menemukan teman baru.
Terimaksih untuk semunya J









AKHIR PEKAN DI PRAU







6-7 juni 2015
Pertama-tama terimakasih kepada Allah SWT yang memberikan kami semua nikmat, keselamatan, hingga kami bisa melaksanakn perjalan, dan samapi dnegan selamat. Alhamdulilah J.

Akirnya aku punya waktu dan mood yang bagus untuk menuliskan perjalananku…Perjalananku kali ini ke “prau-dieng-wonosobo” pendakian kedua setelah perndakianku nke “papandayan-garut”. Semua rencana ini dimulai dari perjalanan pulang dari papandayan, dan baru terealisasikan setelah enam bulan lamanya menunggu.

Karena kesibukkan teman-teman, maka kami memilih waktu yang benar-benar bisa untuk kita berkumpul kembali, meskipun tetap masih saja ada yang tidak bisa hadir. Dua absen, tapi sebagai penggantinya hadir empat teman baru. Aku sendir sangat bahagia, setiap kali perjalanan selalu menambah teman.

Oke setelah rapat dua kali di kawasan alun-alun ciamis, kami sepakat berangkat tanggal 6 juni dengan menggunakan mobil sewaan, supaya lebih aman dan nayaman, ga ribet naik turun mobil dengan membawa beban. Kami melakukan perjalanan ini hamper sama dengan perjalan ke papandayan. Menggunakan mobil sewaan.

Sabtu, 6 juni 2015.  pukul 06:00
Aku sudah resah tak karuan karena teman belum juga dating menjemput, padahal perjanjian berangkat pukul 05:00. Yeeah karena adalasan yang sangat penting dan akhirnya kita bernagkat pukul 06:30. Dengan satu mobil xenia dengan muatan sepuluh orang dan semua barang orang. Penuhlah mobil kecil itu. Tapi kami tetap merasakan sangat bahagia…

Pukul  10:00 kami berhenti di pom bensin untuk istirahat sejenak, kami memanfaatkan waktu dan tempat itu dengan sangat berharga, stelah satu jam istirahat, perjalanan kami lanjutkan kembali.

Selama did lam mobil kami bercanda, tertawa, tidur, makan. Dan itu membuatku bahagia, lebih bahagia daripada sekedar duduk bersantai dan bermalasan di dalam kamar.
Kami hamper sampai di dieng, tapi macet yang lumayan panjang dan lama, membuat kami menunggu didalam mobil, udara dingin sudah sangat terasa merasuk tubuhku. Kemacetan ini dikarena ada festival, yang entah seperti apa festival disini, karena aku hanya menyaksikan ribuan manusia yang berdesakan.

Saat itu ma ihat membuka jendela mencari udara segar, kemudian beberapa motor melintas lengkap layaknya orang yang akan mendaki, itu bisa dipastikan tujuan mereka sama dengan kami, yaitu prau.
“sampai ketemu diatas ya”
Tiba-tiba ma ihat berucap kekenaknya, sontak semua orang yang ada dimobil tertawa. “mae aku merasa malu” kami semua tertawa kembali. Itu salah satu kekonyolan selama perjalanan didalam mobil.
Tepat pukul 15:00 kita sampai, turun  dari mobil kami langsung mencari mushola dan kamar mandi air disni benar-benar dingin berrrrrrrrrr….
Pukul 16:00 perjalan dimulai… subhanalloh keindahan dieng benar-benar nyata, selama ini aku hanya melihatnya didalam gambar. Dan keindahan ini aku tidak mampu menjabarkannya dengan kata-kata. Subhanalloh… allohu akbar..
Pos pertma terlewati,, dan kami sekarang memasuki hutan pinus, kami berpikir sama, seperti melihat tempat ini seperti di dalam film twilight. Evi mulai muali teriak “Jacob”. Sepajang melewati hutan ini kami saling memanggil dengan para pemeran film twilight, Jacob, Edward, bella, alice. Candaan demi candaan lumayan membuat kami sedikit lupa tentang lelahnya perjalanan.
Kata a delon selaku guide kami katanya perjalanan sampai puncak dua jam setengah kalau cepat, diperkirakan magrib katanya. Ternyata kami lambat dan magrib kami masih dihutan. Kami segera berhenti untuk mengambil senter. Aku mengeluh karena lelah, beban didalam tasku benar-benar berat air dua liter dan perlengkapan lainnya membuatku lelah sekali, untunglah a omen, mau membawakan satu liter airku, itu membuatku bhagaia, beban terkurangi J.
Hari mulai gelap, kami melihat kesamping dan itu indah banget, matahari terbenam, awan, semuanya indah, sayang tak seorangpun yang mengabdikannya leat kamera. Aku sendiri lupa akan hal itu. Yang sementara yang lain entahlah.. mungkin sama denganku. Dan keindahan itu aku mengabadikannya hanya dengan mata dan hatiku. Subhanalloh.

Kami melanjutkan perjalanan. Tibalah ditempat yang lumayan datar, cukup untuk kita semua istirahat barang sejenak.
Aku memposisiskan tubuh terlentang, indah seklai bintang diatas, sepertinya kami semua melakukan hal yang sama, bahkan a omen melkaukan adegan seperti di film-film romantic. “yang aku melihat bintang, indah sekali. Meski kita tidak ditemat yang sama kamu juga melihat bintang yang sama kan yang”. Aku iseng menjawabnya. “tidak yang, aku disini tidak melihat bintang, aku disini melihat lampou neon”. Dan kamipun tertawa, itu cara kamai melepas lelah. Karena malam mulai merangkak, kami diharuskan cepat-cepat untuk melanjutkan perjalanan, takutnya samapi puncak malam sekali.

Dari temapt ini kami melihat bukit bintang, dibawah bintang-bintang dari kota, dan bintang yang ada dilangit. Pemandangan yang indah. Sayang pemandangan itu tidak berlangsung lama. Aku melihat jam tangan, pukul 19:00. Sayang seklai kabut mulai turun. Angin kali ini mulai berhembus lebih keras. Lebih dingin aku merasakannya pula.

Sekarang kami sudah mulai ke bukit teletubies, sebenranya dari tadi the ecy sudah mulai lelah juga a dian, buatku a dian wajar, karena ini adalah kali pertama dia muncak, dan dia pula yang mengemudikan mobil, pasti lelahnya double.

Karena khawtir, a delon memutuskan kami dibagi dua kelompok, satu kelompok terkebih dahulu bersama a deolon yang ikut kelompok itu, evi, the alis, nunik, dan neneng. Sementara aku ikut kelompok a omen, a dian, the ecy, dan the ihat. 

Kelompok kami duduk sementara, karena tee cy lelah, sepuluh menit kemudian aku menyarankan suoaya kita jalan saja jangan lama istirhat, toh cuacanya lumayan buruk idngin seklai, kabut tebal sungguh sangat mengerikan khususnya untukkku. Dingin sekali.
A omen setuju, kami berjalan, tapi kami menemukan belokkan, ada yang ke kanan dan ada yang ke kiri. Tak lama rombongan lain lewat mereka mengambil arah kiri, kami mengikutinya. Karena kami lamban kami kehilangan mereka, akhirnya kami istirhat kembali.
Toh kalaupun kita tidak jalanpun kami akan dijemout nanti oleh a delon, begitu awal perjanjian. Tapi karena cuaca dingin sekali, kami harus tetap gerak. Aku ingat pesan a delon “angin jangan dilawan, kalau dilawan nantinya akan terasa semakin dingin”.
Dan yang paling mengingat pesan itu adalah the ihat. Ditengah penantian a delon tertanya a dian kedinginan, the ecy, dan aku. Sementara yang masih kuat tinggal a omen dan the ihat.
Aku merasa seluruh tubuh kaku, gemerta gigi,,, ah sangat dingin. A omen mencari tempat yang aman, matras digelar, kami semua mulai panic. A omen menyarankanku untuk membuka tas, dan memakai sb. Sementara pikiranku tak karuan, aku malah ingat evi dan rombongan a delon. Aku tau evi dia tidak begitu kuat dengan cuaca dingin, tapi sb justru ada di tasku.
Apalah dayaku aku memakai sb, aku dipeluk erat oleh the ihat, tapi tetap rasanya dingin sekali, titambah angin behembus semakin kencang.
A omen sibuk membuka tas, megambil kompr dan gas, menyalakannya, untuk mencari sumber hangat, sayang nesting ada dikelompok a delon. Aku tetap dingin, teman-teman mencoba menenagkan dan menghangatkanku.
Para pendaki lain lewat, melihat kami terkapar mereka hanya bilang suoaya kami cepat ke tenda jangan sampai kena hipotermia. Justru saat itu aku tengah hipo. Pikiranku makin kacau, antara pasrah dan ingin berjuang.
Satu jam kedian terdengar teriakan a delon memanggil aomen, aku merasa aku akan segera terselamatkan dari rasa dingin ini. A delon mengabsen kami, kedian bertanya meli mana? Saat itu aku terbungkus sb, dia langsung membuka sb ku.
“jangan panic” katanya sembari tangan sibuk membenahi semua brang-barang kami. Tasku dibawanya, kemudian kami berjalan, jalanku terseok-seok, bahakan tersandung, aku berjalan sambil memakai sb. Aku merasa ada cairan dari hidung, karena gelap aku tak tau apa itu, apa cairan karena dingin, atau itu mimisan. Aku tak tahu, gelap.
Sepanjang jalan adelon terus menerus membalikkan tubuhnya, meastikan kami berjalan baik-baik saja, sembari mengatakan hal yang sama “jangan melaan dingin”. Akupun mulai merasa baik. A delon sebenarnya diperjalanan menjemputku kelompokku dia tersesat, karena kabut tebal, itu;ah mengapa dia sedikit lama.
Aku tak dapat membayangkan jika itu aku. Akhirnya samilah aku ditenda, hanya ada satu, didalam sudah ada teman yang lain, aku cepat dusruh masuk dan menghangatkan diri. Sementara teman yang lain megambilkanku air hangat, itu sangat membantu.
Selanjutnya a omen dan a delon kembali medorikan tenda yang sempet tertunda karena menjemput kami. Tiga tenda telah jadi, yang lain masak makaan n=dan minuman, aku meilih mie cup, stelah aku makan aku benar-benar tidur.
Aku terbangun sudah pukul 05:00. aku keluar kabut masih tebal, dan woow semalam aku masih ingat hanya tenda kami yang berdiri, tapi ini sudah banyak, berarti bukan hanya kami yang melakukan pendakian malam, tapi merekapun.
Aku evi, the ihat keluar api kami tidak lama, kalah dengan rasa dingin, kembali ke tenda. Sementara yang lain masih tidur. Itu karena mereka malam tidak tidur. Aku faham itu.
Pagi pukul 07:00 matahari belum juga muncul, gagallah untuk melihat matahari terbit L. Bahkan sampai pukul 10:00. Kabut masih menutupinya. Kata a delon jangan terlalu siang turun harus memperhitungkan waktu, kalau sempet kami akan mampir ke telaga warna.
Oh iya, di tas kami juga bertemu dnegn beberapa pendaki, tetangga tenda hee, danrata-rata mereka laki-laki, berbeda dengan kami yang mayoritas wanita, dengan jumlah kelompok yang banyak hee.
Kami turun pukul 10:00 samapi di bawah pukul 13:30. Pukul 14:00 kami pulanh, telaga warba cancel, waktu tidak memungkinkan. Didalam mobil aku mengenang kejadian semalam yang sangat menakutkan antara hidup dan mat karena dingin.
Alhamdulillah disetiap perjaloanan aku mendapat perjalanan. Dari the ihat dia kuat, bahkan dialah yang menjai sandaran, evi yang aku cemaskan, justru dia sangat kuat dariku, terimaksih evi kau membunuh rasa khawatirku, a omen siap dalam setiap kedaan, a delon super duper kuatnya, dan mampu bersabar dengan kami, the ecy, mama yang mebawa perbekalan kuat.  Neneng, penghibur yang membuat kami tertawa. A dian , nunik, the alis, semuanya, kami saling menguatkan. Terimaksih smeuanya.
Bahakan ucapan terimakasihpun tak cukup untuk membalas smua kebaikkan kalian J
Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya…



Minggu, 08 Februari 2015

^BETA^


Maalam ini, aku mengenangmu BETA, mungkin kamu tak kenal aku,,, tapi aku yang mengagumimu sebagai mujahid :)
Minggu, 08 Februari 2015, pukul lima pagi ketika kami tengah mengkaji kitab waraqat, kitab yang mendalami ilmu usul fiqih. Ilmu yang sangat bermanfaat, yang harus diketahui oleh setiap muslim, usul fiqih.
Materi pagi ini menyangkut kepada sang pengarang kitab, juga para ulama pada zaman dahulu hingga hari ini. Sampai pembahasanpun menyangkut kepada dakwah hari ini. Bagaimana islam menyebar.
Sampai menceritakan perjuangan dakwah di papua, sebuah wilayah yang masih jauh dari pengaruh agama islam. Mengingatkanku sosok yang pernah kulihat beberapa kali saja. Sampai aku pernah menyimpan rasa kagum atas berita perjuangannya itu.
aku bukanlah tokoh utama dalam cerita ini, aku seorang piguran yang tak sengaja lewat.
Bermula dari acara kumpulan para pengurus santri, kami semua membahas apa saja agenda kegiatan tahunan yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Yaitu POSMA,  pertemuan ini dihadiri badan pengurus santri putra dan puteri. Sebenarnya gosip santri laki-laki kelas takhosus sudah terdengar semenjak seminggu kebelakang, ternyata malam ini aku baru melihatnya. Dia berasal dari papua, daerah yang jauh dari pulau jawa.
Belum lama ternyata dia juga baru masuk islam, aku hanya tau namanya Muhammad Rizal, sementara namanya sebelum masuk islam aku tak tahu, dan akupun tak banyak bertanya. Dan diapun baru belajar membaca alquran memulainya dari iqro.
Begitulah cerita yang aku tahu, kenapa dia bisa berada disini sekarang, karena dia bekerja disebuah hotel di papua, sementara pemilik hotelnya adalah orang yang berasal dari ciamis, dan seorang muslim, beliau berhasil membawa rizal memeluk islam.
Untuk lebih mengetahui dan mempelajari islam, rizal tidak lagi bekerja disana, dia dipindahkan ke ciamis, sengaja pemilik hotel itu menitipkan dipondok ini. Itulah kenapa dia ada di ciamis.
Waktu yang telah ditentukan, yaitu posma dilaksanakan disebuah daerah di kecamatan, kami panitia dan peserta menginap dua malam di tenda.
Aku sebagai petugas konsumsi, pagi ini aku harus mengambil konsumsi yang sudah disiapkan, dibantu beberapa panitia laki-laki. Diperjalanan aku baru tau bagaimana seorang rizal itu, dia bukan tipe orang pemalu, dan dia mudah sekali berbaur dengan teman-temannya. Itulah yang aku ingat sampai sekarang. Bahkan diapun senang becanda, aku dan merekapun merasa terhibur.
Beberapa bulan setelah posma, aku tidak lagi mendengar dan melihatnya. Akupun tak bertanya-tanya.
Dipapua sana aku itu adalah beta, dan rizal malah dipanggil beta. Sampai sekarang. Beta begitulah panggilan untuknya dipondok ini.
Hari itu aku jaga penerimaan santri, kebetulan seorang teman bercerita pertama kali dia bertemu beta, membuatku teringat beta, dan bertanya kemana beta, sudah lama aku tidak melihatnya, bahkan mendengarnya.
Trenyata beta kecelakaan motor. Punggungnya patah. Aku kaget, bagaimana bisa dia bisa kecelakaan, dan katanya dia pulang ke papua kembali.
Sedih rasanya mendengar beta kecelakaaan. Aku hanya bisa berdoa semoga beta cepat sembuh dan kembali belajar.
Bulan desember, bulan terakhir di tahun 2014. aku diberi kabar bahwa beta telah meninggalkan dunia ini selamanya….
Aku seperti mimpi, tak percaya, teman-teman mengatakan bahwa berita itu benar adanya.
"Innalillahi Wainna ilaihi rajiun… ada dua persanaan yang timbul, sedih karena dia begitu cepat pergi, bahagia karena beta meninggal setelah masuk islam.
Berita yang aku dapat juga, bahwa tidak mudah untuk beta bisa masuk islam, beta di ancam keluarganya, jika beta masuk islam maka beta akan di bunuh.
Malam ini, aku mengengang beta… mengenang sebagai seorang yang berjuang untuk agamaMU…
Rabby, doaku malam ini, Allhumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu… semoga Engkau ampuni semua dosa-dosanya, lapangkanlah kuburannya, terangilah kuburannya.. Masuklanh dia sisurgaMU… amien..
Selamat jalan BETA...