Aku sekarang duduk berdua dibangku
kecil, ya aku dan Naya, Naya mengajakku untuk kesini, menunggu Norma pulang dari
sekolah, disini sepi, tapi ramai, sepi karena hanya aku dan Naya, ramai karena Naya
tak henti-hentinya mengajakku bercanda.
Aku dan Naya mendengar suara deru mobil
dan kami yakin itu pasti Norma pulang, suara mobil semakin dekat, aku turun
dari pangkuan Naya, dan Naya mengikutiku, mobil berhenti tepat didepan kami,
tapi Norma tak ada dimobil itu.
Senyum Naya berubah menjadi manyun, ah
kasian sekali gadis kecil ini, kamipun kembali ketempat duduk semula, Naya
tegar tetap beusaha kuat. Aku mengeong karena tahu kedatangan Norma, aku
berlari, Naya kaget dan terperanjat diapun lari mengikutiku.
“Kakak…………………” teriak Naya, senyumnya kini
benar-benar mengembang bahagia.
“kakak
bawa apa?” Naya
langsung menayakan apa yang dipegang tangan Norma.
“ini
roti untukmu, kau pasti lapar”
“kakak
Naya tak mau roti, Naya mau eskrim” Naya merengek, dan air mata gadis itu
keluar.
Aku benar-benar kasian kepada anak-anak
ini, Norma yang sudah berusaha menjadi kakak yang baik, dan ya apa mau dikata
apa Naya hanyalah gadis kecil yang polos dan tak tahu apa-apa.
“sudah
jangan menangis, makanlah yang ada, uangnya tak cukup untuk membeli eskrim,
lain kali saja” dengan
suara agak marah Norma mengusap keringat yang keluar dari keningnya.
“tidak
mau, pokonya Naya pengen eskrim sekarang” Naya semakin menjadi tangisannya,
sekarang dia duduk dan magol untuk diajak pulang. Kresek yang diberikan kepada Naya
malah Naya buang.
Norma terlihat marah, ia merasa sangat
tidak dihargai oleh Naya, melihat kedaan seperti ini agak sulit membujuk Naya
kembali tersenyum.
Aku berlari mencari keresek yang
dilemparkan Naya, aku berusaha membuka dengan mulutku, tapi sial mulut dan
wajahku malah tersangkut dikeresek.
Disela-sela usahaku untuk keluar dari
keresek justru malah menjadi bahan tertawa Naya, ah akupun tak menjadi begitu
tersiksa jika kelelahanku ini bisa membuat gadis ini kembali tertawa.
Norma membantuku melepaskan kresek, dan kamipun bergegas
pulang, hari sangat panas, tapi Naya tak meminta Norma untuk menggendongnya, ah
bahkan kami hampir tak mersakan panas, justru sepanjang perjalanan pulang kami
tertawa bersama, saling berkejaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar