Rabu, 23 April 2014

MENUNGGU NORMA PULANG



Aku sekarang duduk berdua dibangku kecil, ya aku dan Naya, Naya mengajakku untuk kesini, menunggu Norma pulang dari sekolah, disini sepi, tapi ramai, sepi karena hanya aku dan Naya, ramai karena Naya tak henti-hentinya mengajakku bercanda.
Aku dan Naya mendengar suara deru mobil dan kami yakin itu pasti Norma pulang, suara mobil semakin dekat, aku turun dari pangkuan Naya, dan Naya mengikutiku, mobil berhenti tepat didepan kami, tapi Norma tak ada dimobil itu.
Senyum Naya berubah menjadi manyun, ah kasian sekali gadis kecil ini, kamipun kembali ketempat duduk semula, Naya tegar tetap beusaha kuat. Aku mengeong karena tahu kedatangan Norma, aku berlari, Naya kaget dan terperanjat diapun lari mengikutiku.
“Kakak…………………” teriak Naya, senyumnya kini benar-benar mengembang bahagia.
“kakak bawa apa?” Naya langsung menayakan apa yang dipegang tangan Norma.
“ini roti untukmu, kau pasti lapar”
“kakak Naya tak mau roti, Naya mau eskrim” Naya merengek, dan air mata gadis itu keluar.
Aku benar-benar kasian kepada anak-anak ini, Norma yang sudah berusaha menjadi kakak yang baik, dan ya apa mau dikata apa Naya hanyalah gadis kecil yang polos dan tak tahu apa-apa.
“sudah jangan menangis, makanlah yang ada, uangnya tak cukup untuk membeli eskrim, lain kali saja” dengan suara agak marah Norma mengusap keringat yang keluar dari keningnya.
“tidak mau, pokonya Naya pengen eskrim sekarang” Naya semakin menjadi tangisannya, sekarang dia duduk dan magol untuk diajak pulang. Kresek yang diberikan kepada Naya malah Naya buang.
Norma terlihat marah, ia merasa sangat tidak dihargai oleh Naya, melihat kedaan seperti ini agak sulit membujuk Naya kembali tersenyum.
Aku berlari mencari keresek yang dilemparkan Naya, aku berusaha membuka dengan mulutku, tapi sial mulut dan wajahku malah tersangkut dikeresek.
Disela-sela usahaku untuk keluar dari keresek justru malah menjadi bahan tertawa Naya, ah akupun tak menjadi begitu tersiksa jika kelelahanku ini bisa membuat gadis ini kembali tertawa.
Norma membantuku  melepaskan kresek, dan kamipun bergegas pulang, hari sangat panas, tapi Naya tak meminta Norma untuk menggendongnya, ah bahkan kami hampir tak mersakan panas, justru sepanjang perjalanan pulang kami tertawa bersama, saling berkejaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar