Hari masih terlalu pagi saat suara itu
membangunkanku, mataku terbuka, sosok anak laki-laki yang memangkuku, entah
akan dibawa kemana aku ini dibawa
melompati sebuah pagar dimana aku tinggal bersama ibu dan majikanku, pencuri
anak kecil yang cerdik, dia mampu tak membangunkan seisi rumah.
Aku
baru dua minggu berada didunia ini jadi aku masih belum bisa apa-apa,
bersuarapun masih sulit… aku tak berkutik saat anak laki-laki ini terus
membawaku berlari dalam dekapannya, lari menjauhi tempat ini, sesekali dia
menoleh kearah belakang mungkin dia takut ada manusia lain yang melihatnya, ah
padahal bukan sesamanyapun masih ada banyak yang melihatnya, semesta alam
menyaksikannya.
Aku
bisa merasakan dia sangat kelelahan, dadanya berdegup lebih cepat, aku menjadi
bergoyang-goyang ada yang basah menembus bululu-buluku, yah kukira itu keringat
anak laki-laki ini.
Setelah
kurang lebih satu jam dalam dekapannya, aku ditturunkan dari pangkuannya, aku
merasa heran, aneh, dan asing, tempat ini lebih buruk dari rumah majikanku yang
kaya raya itu.
Aku
diletakan disebelah anak gadis yang masih kecil, dia masih tertidur, aku
merayap mendekatinya, rupanya dia mersakan halus lembut belaianku, anak gadis
ini terbangun, dia tampak kaget, tapi dia seperti bahagia.
“anak
kucing, wah ini benar-benar anak kucing” wajahnya benar-benar sumringah
mendapati kehadiranku, aku diambilnya, dan spontan dia menciumku.
“iya itu untukmu Nay, hadiah ulangtahunmu”
untuk inikah aku dibawa kesini, ya sebagai hadiah ulangtahun anak gadis
ini,,,tapi bagaimana bisa aku dijadikan hadiah, sedangkan aku saja hasil
penculikannya, anak ini tak mengatakan dari mana dia mendapatkanku, ah sangat
curang sekali dia.
“yang
benar Kak ini untukku?? Sebagai hadiah ulang tahun, aku senang sekali, akhirnya
aku mendapatkan anak kucing”
Nay, ooh anak ini Nay namanya, dan anak laki-laki itu adalah Kakaknya.
“iya,
itu hadiah karena kamu selama ini menjadi anak gadis yang baik”
Nay adalah anak gadis kecil yang baik, sepertinya begitu,, aku masih
belum tahu tentang anak ini.
“Kak
aku akan memberi nama anak kucing ini PUSSY” dengan penuh semangat Nay memberikan
usulan kepada Kakaknya.
“hah!
Jelek sekali kau memberi
namanya” ejek
Kakaknya.
“ah
taka pa pokonya aku suka dengan nama pussy kak” keukeuh dengan usulan nama untukku.
Sang kakakpun tak dapat berkata apa-apa
lagi, dia membiarkan adiknya asyik denganku..
Disini aku diperlakukan baik sekali,
aku dibuatkan susu, rupanya anak-anak ini bertanggung jawab atas penculikanku.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar