Apalah jadinya jika kukatakan cinta
Mengingat aku seorang wanita
Yang sulit berucap dan berkata
Meski tak ada larangan seperti siti khodiza
Ingin sekali kukatakan kepadamu
Bahwa aku menyukaimu
Aku ingin kau memilihku
Untuk menjadi pendampingmu
Dengar dan resapi oleh diri
Bagaimana jika sejuta pertanyaan menghampiri
Tentang harga diri
Meski ada kata tapi dan tapi lagi
Kembali teringat raut wajahmu di angan
Akhlakmu mencerminkan sebuah senyuman
Tapi dalam hati tak mampu ungkapkan
Kepada Tuhan rasa cinta ini kusampaikan
Sitem kerja otak kanan otak kiri
Setiap detik bergetar mengusik hati
Ini bukan cerita puisi ataupun narasi
Yang terdengar dan terlihat
Dia seperti tak ada satupun yang cacat
Meskipun bukan golongan darah ningrat
Bukan pula seorang pejabat
Tapi aku yakin dia bisa menuntunku kejalan yang tepat
Jalanan panjang ke akhirat
Cermin berkarat menjadi saksi kemarat
Jiwaku mulai menciut
Perasaan minder juga rasa takut
Aku hanya makhluk yang tak bermateri
Juga tak punya prestasi
Tak punya reputasi
Aku mulai ingin memantas diri
Agar nanti tak dipandang sebelah mata
Jika memang dia jodoh takan kemana
Itu sudah menjadi janji
Yang tak mungkin diingkari
Kututup catatan ini dengan hati yang lega
Menggantukan harpan kepada tuhan yang maha esa
Menitipkan cinta agar indah ketika waktunya
Menjadi nikmat saat berbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar