Rabu, 14 Maret 2012

DATANG TUK KEMBALI PERGI



Hey ya akhi..ya ukhti.
Sohibi sohibati
Kalian mau mendengar kisah ini
Tapi maaf ini bukan tentang seorang putri atau bidadari
Tapi kisah seorang santri
Yang tinggal dipenjara suci
Pagi indah menyinari bumi
Ada seorang santri
Yang datang dari NTB seorang diri
Dia belum begitu faham tentang dunia islami
Aku tahu santri itu, dari Jauhari
Kawannya Irfan dan juga Handi
Pelajaran pertama akan segera dimulai
Tentang nahwu sorof dari kitab mini
Si ustad duduk dihadapan para santri
Membacakan, huwa, huma, hum, hiya, huma hunna, tiada henti
Kamipun turut mengikuti
Dibalik hijab yang terbuat dari triplek kayu jati
Terdengar ustad menyuruh seorang santri
Untuk membaca huwa, huma, hum, hiya, huma, hunna secar terinci
Harap ma’lum dan harap dimalumi
Santri ini kurang mengerti
Apa yang dimaksug si ustad tadi
Tapi walau begitu, dia tetap menuruti
Memang begitulah seharusnya seorang santri
Harus tampil berani
Membaca huwa,huma, hum, hiya, huma , hunna berapi-api
Tapi yang ku dengar bukan seperti apa yang di perintahkan ustad tadi
Melainkan, huwa, huba,ha,,huba yang terus di ulangi
Tanpa sadar, aku tertawa sampai suara hilang ditelan mati
Untuk minggu pertama dibulan juli
Besoknya para santri memasulki kelas sendiri-sendiri
Tampak sahabatku yang sudah menanti
Hei,,, ukhti melly
Tahukah anti,,tentang sahabat kita yang pernah kau maki
Sekarang dia telah pergi
Dan takan pernah kembali
Tapi kutanggapi itu semua hanyalah lelucon basi
Perkataan sahabatku itu memang terbukti
Sungguh ini kusesali
Sanrti yang pernah kutertawai
Kembali pulang dengan membawa luka hati
Untuk Abdul aziz Narang maaf sikapku ini
Meski aku tak tahu wajahmu akhi
Aku telah mampu membuat hatimu tersakiti
Untuk semua perbuatan ini
Aku minta maaf min qolbi

1 komentar: