H-2 ramadhan,
the ecy mengajakku untuk muncak, padahal sepekan yang lalu kami barulah turun
dari gunung prau. Dan sekarang mengajak lagi, tapi aku langsung bilang ok.
Karena aku merasa kuat, padahal saat aku mengucapkan ok aku dalam kedaan demam.
Bahkan hari
keberangkatanku aku masih merasa demam, tapi aku merasa yakin kuat. Kali ini
muncak ke gunung tugu-sadanya-ciamis. Hanya perlu naik angkot dua kali dari
tempat tinggalku. Padahal tempat ini dekat, tapi aku belum pernah kesana,
sementara the ecy sudah beberapa kali. Dia ingin mmperlihatkan keindahan ciamis
dari ketingian. “cuacanya cerah lho, sayang untuk dilewatkan, begitu bujuknya”.
Tanpa begitupun aku sudah sangat ingin. Kesempatan, kapan lagi hee.
Kali ini yang
siap berangkat hanya aku, the ihat, a omen, dan the alis, sementara the ecy dia
bersama anak-anak pcianta alam ambranx yang diasuhnya. Dan untuk perbekalan
selama diatas katanya ata stok banyak.
The ecy sudah
menunggu dipos pemberagkatan, sementara aku berempat janjian akan bernagkat
dari terminal, selnajutnya akan menumpang mobil aomen, dia akn bawa mobil.
Pukul 13:30 kaki janjian di terminal, sebelum duhur a omen dating ketempatku
mengantarkan tenda, tapi beberapa memenit kemudian dia mem;batalkan
keberangkatannya, mendadak ada panggilan untuk ke bogor, panggilan dinas L.
Apa boleh
buat, aku memajukan waktu keberagkatan menjadi pukul 13:00. Supaya tidak telalu
sore untuk muncaknya. Aku bersama the ihat menunggu angkot, tiba-tiba a omen
dating, dia menyampaikan mohon maafnya karena tidak bisa menemani kami muncak,
tak apalah, hal yang seperti itu bisa saja terjadi, nothing imposible.
Sebagai
gantinya, akmi akan diantarkan sampai sadananya, supaya tidak naik angkot.
Sementara the alis sudah menunggu di terminal, aku naik angkot dan the ihat,
kami janjian disana.
A omen melesat
dengan motornya, aku ambil mobil dulu katanya begitu. Menunggu diterminal
lumayan lama. Pukul 14:00 barulah meluncur. Sesampainya disana sudah ada the
ecy yang meunggu dengan motor, karena o men tidak sampai pos awal mengantarnya.
Tak apa, toh ini tinggal sedikit lagi.
Bukan reptile
(rempet tilu) tapi ini rempet emapat, kami satu motor, aku the ecy, the ihat,
dan the alis. Nekad haaa. Perjalanan dimulai. Udaranya tidak begitu dingin,
masih ukuran biasa saja. Treknya pun tidak begitu sulit, sangat mudah sekali,
tapi serem, soalnya ada makan keramat hiihiii. Karena baru kali ini kami naik
tanpa laki-laki.
Cukup setengah
jam untuk mencapai puncak, itu untuk yang sudah biasa, karena aku baru pertama
kesini, jadi tidak setengah jam. Suara gemuruh air sudah mulai terdengar, akau
makin tak sabar, untuk sampai disana, aku juga bersyukur seklai disini ada
sumber air, tidak usah khatair untuk urusan air lagi heee.
Seampainya
disungai aku alngsung mengambil air wudhu, dingin seger. Setelah kamin solat,
kami membuka bekal, sengaja tidak di puncak, ingin meraskan suasana makan
ditemani suara air yang deras.
Kemudian ada
berapa para opendaki lain yang sama akan negcamp. Disusul dengan anak-anak
ambranx. Pukul 17:20 kami melanjutkan ke puncak, tempat ngecamp.
Disana hanya
ada dua tenda, satu tenda ukuran besar dan terbuka, satu yang kecil. Benar
indah seklai, subhanalalloh, aku melihat kotaku dari atas, senja mulai menyapa
lembut, kemudian malam mulai merangkak.
Semakin amlam semakin indah, bintang dilangit dan bukit bintang ciamis.
Udarapun tidak terlalu dingin, bahkan kami kami tidur diluar.
Karena
anak-anak ambranx ada materi materi, aku bertiga, aku the ihat dan the alis,
tidak ikut kami memilih menunggu sembari menikmati Susana malam. Kulihat ada
lima orang naka yang tidak ikut, mreka justru asyik canda tawa didepan api
unggun, aku penasaran, aku suruh the alis untuk bertanya kenapa mereka tidak
ikut kegiatan.
Dan ternyata,
mereka bukan ambranx, tapi mereka beda kelompok. Gubrak malu kataku. Padahal
dari tadi kami gabung dengan mereka, minta air hangatlah, ubi bakar, haduh,,,,
malu….. sebelumnya the ecy tidak bilang kalau mereka bukan bagian kelompok.
Aku the ecy,
the ihat, the alis dan satu teman baru cewek, lupa namanya, (maafkan aku). Kami
tidur diluar diatas matras, tidak memakai sb, hanya jaket dan selimbut, sapai
tengah malam kami sadar mulai dingin, kurasa kamilah berlima yang tidur
sementara yang lain tidak, mereka benar-benar menikmati malam diatas gunung,
bersama teman, api unggun, pemandangan cantik. Ah aku kalah dnegan rasa
ngantuk.
Seorang
bapak-bapak meyuruh kami untuk tidur didalam tendanya yang kosong, tendanya
cukup luas muat untuk 6 orang. Sementara beliar diluar bersmama anaknya
menghangatkan tubuh dengan api unggun.
Terlanjur
bangun akau malah merasa sangat lapar, akhirnya kami memasak mie, nikmat sekali
makannya didepan api unggun.
Setelah makan
apa yang terjadi, tidur lagi heeeeeeeee heeee
Pagi menyapa,
setelah membereskan semu barang kami, kami bertiga pamit pulang, sementara yang
lain sampai sore, kai pulang pukul 08:00. Alhamdulillah kami pulang bertiga
aku, the ihat the alis. Aku menyebutnya wanita tanggu J.
Karena tidak
ada kendaran, jadi kami harus jalan menuju terminal sadanya, buat kami tidak
masalah walaupun jarak cukup jauh, toh kami juga memang kuat hee.
Tapi dijalan
adaangkot ayang sudah mengantakan anak-anak ke tempat kolam renang disana,
stelah cukup luamayan jalan kami naik angkot. Dan dijalan pulang kami pulang
bareng bersama tenda tetangga yang semalam member air hangat. Mereka masih
sangat muda, dan semua laki-laki mereka ada yang umur 13 tahun, dan aku dapat
meperkirakan yang tertuanya umur 20 tahun.
Sesamoainya
diterminal ciamis, kami bertiga memutuskan untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan,
kami berpisah didepan warung bakso.
Selalu ada
kisah disetiap perjalana, dan menemukan teman baru.
Terimaksih
untuk semunya J









Tidak ada komentar:
Posting Komentar