Kamis, 18 Juni 2015

TUGU CIAMIS



16-17 juni 2015
H-2 ramadhan, the ecy mengajakku untuk muncak, padahal sepekan yang lalu kami barulah turun dari gunung prau. Dan sekarang mengajak lagi, tapi aku langsung bilang ok. Karena aku merasa kuat, padahal saat aku mengucapkan ok aku dalam kedaan demam.
Bahkan hari keberangkatanku aku masih merasa demam, tapi aku merasa yakin kuat. Kali ini muncak ke gunung tugu-sadanya-ciamis. Hanya perlu naik angkot dua kali dari tempat tinggalku. Padahal tempat ini dekat, tapi aku belum pernah kesana, sementara the ecy sudah beberapa kali. Dia ingin mmperlihatkan keindahan ciamis dari ketingian. “cuacanya cerah lho, sayang untuk dilewatkan, begitu bujuknya”. Tanpa begitupun aku sudah sangat ingin. Kesempatan, kapan lagi hee.
Kali ini yang siap berangkat hanya aku, the ihat, a omen, dan the alis, sementara the ecy dia bersama anak-anak pcianta alam ambranx yang diasuhnya. Dan untuk perbekalan selama diatas katanya ata stok banyak.
The ecy sudah menunggu dipos pemberagkatan, sementara aku berempat janjian akan bernagkat dari terminal, selnajutnya akan menumpang mobil aomen, dia akn bawa mobil. Pukul 13:30 kaki janjian di terminal, sebelum duhur a omen dating ketempatku mengantarkan tenda, tapi beberapa memenit kemudian dia mem;batalkan keberangkatannya, mendadak ada panggilan untuk ke bogor, panggilan dinas  L.
Apa boleh buat, aku memajukan waktu keberagkatan menjadi pukul 13:00. Supaya tidak telalu sore untuk muncaknya. Aku bersama the ihat menunggu angkot, tiba-tiba a omen dating, dia menyampaikan mohon maafnya karena tidak bisa menemani kami muncak, tak apalah, hal yang seperti itu bisa saja terjadi, nothing imposible.
Sebagai gantinya, akmi akan diantarkan sampai sadananya, supaya tidak naik angkot. Sementara the alis sudah menunggu di terminal, aku naik angkot dan the ihat, kami janjian disana.
A omen melesat dengan motornya, aku ambil mobil dulu katanya begitu. Menunggu diterminal lumayan lama. Pukul 14:00 barulah meluncur. Sesampainya disana sudah ada the ecy yang meunggu dengan motor, karena o men tidak sampai pos awal mengantarnya. Tak apa, toh ini tinggal sedikit lagi.
Bukan reptile (rempet tilu) tapi ini rempet emapat, kami satu motor, aku the ecy, the ihat, dan the alis. Nekad haaa. Perjalanan dimulai. Udaranya tidak begitu dingin, masih ukuran biasa saja. Treknya pun tidak begitu sulit, sangat mudah sekali, tapi serem, soalnya ada makan keramat hiihiii. Karena baru kali ini kami naik tanpa laki-laki.
Cukup setengah jam untuk mencapai puncak, itu untuk yang sudah biasa, karena aku baru pertama kesini, jadi tidak setengah jam. Suara gemuruh air sudah mulai terdengar, akau makin tak sabar, untuk sampai disana, aku juga bersyukur seklai disini ada sumber air, tidak usah khatair untuk urusan air lagi heee.
Seampainya disungai aku alngsung mengambil air wudhu, dingin seger. Setelah kamin solat, kami membuka bekal, sengaja tidak di puncak, ingin meraskan suasana makan ditemani suara air yang deras.
Kemudian ada berapa para opendaki lain yang sama akan negcamp. Disusul dengan anak-anak ambranx. Pukul 17:20 kami melanjutkan ke puncak, tempat ngecamp.
Disana hanya ada dua tenda, satu tenda ukuran besar dan terbuka, satu yang kecil. Benar indah seklai, subhanalalloh, aku melihat kotaku dari atas, senja mulai menyapa lembut, kemudian malam mulai  merangkak. Semakin amlam semakin indah, bintang dilangit dan bukit bintang ciamis. Udarapun tidak terlalu dingin, bahkan kami kami tidur diluar.
Karena anak-anak ambranx ada materi materi, aku bertiga, aku the ihat dan the alis, tidak ikut kami memilih menunggu sembari menikmati Susana malam. Kulihat ada lima orang naka yang tidak ikut, mreka justru asyik canda tawa didepan api unggun, aku penasaran, aku suruh the alis untuk bertanya kenapa mereka tidak ikut kegiatan.
Dan ternyata, mereka bukan ambranx, tapi mereka beda kelompok. Gubrak malu kataku. Padahal dari tadi kami gabung dengan mereka, minta air hangatlah, ubi bakar, haduh,,,, malu….. sebelumnya the ecy tidak bilang kalau mereka bukan bagian kelompok.
Aku the ecy, the ihat, the alis dan satu teman baru cewek, lupa namanya, (maafkan aku). Kami tidur diluar diatas matras, tidak memakai sb, hanya jaket dan selimbut, sapai tengah malam kami sadar mulai dingin, kurasa kamilah berlima yang tidur sementara yang lain tidak, mereka benar-benar menikmati malam diatas gunung, bersama teman, api unggun, pemandangan cantik. Ah aku kalah dnegan rasa ngantuk.
Seorang bapak-bapak meyuruh kami untuk tidur didalam tendanya yang kosong, tendanya cukup luas muat untuk 6 orang. Sementara beliar diluar bersmama anaknya menghangatkan tubuh dengan api unggun.
Terlanjur bangun akau malah merasa sangat lapar, akhirnya kami memasak mie, nikmat sekali makannya didepan api unggun.
Setelah makan apa yang terjadi, tidur lagi heeeeeeeee heeee
Pagi menyapa, setelah membereskan semu barang kami, kami bertiga pamit pulang, sementara yang lain sampai sore, kai pulang pukul 08:00. Alhamdulillah kami pulang bertiga aku, the ihat the alis. Aku menyebutnya wanita tanggu J.
Karena tidak ada kendaran, jadi kami harus jalan menuju terminal sadanya, buat kami tidak masalah walaupun jarak cukup jauh, toh kami juga memang kuat hee.
Tapi dijalan adaangkot ayang sudah mengantakan anak-anak ke tempat kolam renang disana, stelah cukup luamayan jalan kami naik angkot. Dan dijalan pulang kami pulang bareng bersama tenda tetangga yang semalam member air hangat. Mereka masih sangat muda, dan semua laki-laki mereka ada yang umur 13 tahun, dan aku dapat meperkirakan yang tertuanya umur 20 tahun.
Sesamoainya diterminal ciamis, kami bertiga memutuskan untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan, kami berpisah didepan warung bakso.
Selalu ada kisah disetiap perjalana, dan menemukan teman baru.
Terimaksih untuk semunya J









Tidak ada komentar:

Posting Komentar