Ngomongin
kamar mandi ya, penting..??? menurutku sih penting banget. Lagi-lagi dianggap
hal yang sanagt urgen haaa haaaa…
Beberapa waktu
yang lalu aku beniat untuk mandi sore, karena masih mengantre aku kembali ke
kamar, dan akan kembali lagi setelah shalat magrib, aku pikir kamar mandi akan
kosong karena biasanya ba’da magrib anak-anak ada kegiatan lagi. Memang ada
kegiatan tapi kamar mandi teteap penuh,, kamar mandi yang tersedia berjumlah 18
kamar mandi, tapi semuanya penuh. Ah aku benci.
Tiba-tiba
lampu mati, semakin kesal saja aku ini, dari dalam kamar mandi no 7 terdengar
suara menjerit. Ternyata anak takut dengan kegelapan. Untuk membunuh kejenuhan
menunggu akupun pura-pura menangis, sengaja niat nakut-nakutin anak. Ah tingkah
isengku dari dulu emang ga pernah ilang.
“hiksss…
hiskkkssssss” aku bersuara, tapi suara tangis dari kamar mandi semakin keras.
Terdengar
suara anak yang bertanya kenapa dia menangis, mungkin itu temannya. Lampu
kemudian menyala, sesaat terlihat dua anak yang sama tengah mengantre untuk
mandi.
“de kenapa dia
menangis…????” aku bertanya penasaran.
“takut the,
tadi mendengar ada yang mengis”
“menangis, ouh
itu teteh de, emang dia takut banget ya de nyampe nangisnya tidak berenti..?
“iya tehh dia
emang begitu” dia berlalu meninggalkanku dan mendekt ke kamar mandi no tujuh,
dia mencoba menenagkan temannya.
Lampu kemudian
tiba-tiba mati lagi, dan aku masih penasaran, aku melakukan hal yang sama,
membuat suara tiiruan menangis,,, suara di dalam kamar mandipun semakin keras.
Ah benar-benar
nih anak, aku Cuma nakut-najutin tapi kenapa dia nyampe nangis begitu.
Lampu kembali
hidup, aku berniat untuk mengakhiri candaan ini. Anak itu sudah selesai mandi
tapi tidak mau kelua, sampai-samapi seorang temannya terus mengetuk-mengetuk
pintu. Untung saja ga nyampe di dobrak. Anak itu keluar, matanya masih berderai
air mata, isaknya membuat aku jadi merasa sangat bersalah….
Setiap kali
bertemu anak itu, dia selalu menundukan pandangan, matanya seperti tak sudi
bertatap denganku, ah benar-benar menyesal sekali, maafkan aku nak, hanya
bercanda ko…
Tiga hari kemudian, aku hendak mengajar sore, aku
memutuskan untuk mandi dulu. Aku mandi di kamar mandi no 2. Dari kamar mandi
pertama ada yang meminjam gayung, kata sebentar the.
Aku berikan,
karena aku selesai sabunan, akupun meminta gayungku kembali, gayungku
dikembalikan dengan berisi air, karena aku ingin air yang aku ambil sendiri,
air yang berada digayung aku buang kerah kaki, wadawwwwwwwwwwwwwwwwwww aku
menjerit. Sialan itu air panas. Dan siapa bocah yang berani memberiku air
panas.
Aku sedikit
ngedumel, aku kembali ke kamar sambil berpikir, dosa apa yang aku perbuat
sebelumnya, setelah mengingat-ngingat ternyata dosa ngerjain anak, dan aku
kapok untuk berbuat jail lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar