Selasa, 18 September 2012

Salami di kampung...




“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami” (Ali’Imran:8)

Kemarin, oh bukan kemarin melainkan beberapa hari yang lalu, tepatnya selasa,11 september 2012, aku pulang kerumah karena satu hal, dua hal, tiga hal bahkan lebih, dan kebetulan aku sedang tidak enak badan, ya itung-itung aku istirahat dirumah. Perjalanan yang lumayan jauh juga dengan kondisi jalan tidak baik, membuat mobil yang aku tunggangi, eh maksudnya  tumpangi tidak begitu cepat lajunya, sopir harus ekstra hati-hati mengendalikan mobil, jika lengah sedikit saja, maka akan patal, jelas patalnya, bukan hanya body mobil yang ancur, bisa-bisa bodyku juga ikut ancur, naudzhubillah deh…


Panas menyergapku di jok paling belakang, juga badan yang bergoyang-goyang karena mobil, aku ga bikin ulah dimobil goyang dangdutan lho, gonjacangan demi goncangan mobil membuatku harus terus menerus memperbaiki posisi duduk, jangan ampe ada yang nyangka aku ambeyen, ntar malah iklan hi..hi.. “ambeven”  so, akupun pegangan yang erat ke besi sisi kaca mobil.


Mobil akan segera sampai ditempat yang aku tuju, aku segera menelphone sepupuku untuk menjemput di pangkalan ojek, bukannya tak ada uang untuk membayar ojeg, atau karena aku tak mampu berjalan kaki, hanya saja rasa cape yang cepat-cepat ingin sampai kerumah, dan merebahkan tubuh, juga ingin menghindari rong-rongan tukang ojeg yang haus rebutan penumpang. Hausmah minum atuhnya.


Rupanya teleponku bisa ngomong, oh bukan itu sepupuku yang ngomong he,,he,,, bilangnya ga bisa motornya mengalamai masalah, bannya kempes,aku kesel “mun mah kompa, boh tiup” gerutuku dalam hati, ya iyalah dalam hati, mana berani aku bilang begitu kedia, bisa bisa aku terkena bisa olehnya he,,he,, dan aku malah disuruh naik ojeg, okelah, aku dapat memaklumi kondisi ini, akupun diantar ojeg sampai depan rumah,baik ya tukang ojeg, karena aku baik hati dan juga tukang ojeg baik hati  aku kasih uang tuh tukang ojeg he,,he,,, itu namaya bukan baik, tapi emang kewajiban membayar tukang jasa ojeg parah!!!


Sebelum kerumah, aku mampir dulu kerumah sepeupuku, sengaja aja, ga ada maksud apa-apa ko, beneran deh.
Assalamualaikum” seperti kebanyakan orang aku mengucapkan salam diambang pintu, bukan ngikutin orang sebenarnya, tapi karena ada dasarnya juga, “latadhul kobla salam” begitulah kira-kira.
Waalaikumsalam” jawab orang-orang  di lwanag panto maksudnya di ambang pintu. Jawab salam jangan-jangan ngikutin orang juga?? Ah mudah-mudahan ga asal ngikutin tapi berlandaskan hadist yang mewajibkan menjawab salam.
Setelah basa-basi menanyakan prihal kepulanganku yang baru dua minggu di pondok sudah pulang lagi aku segera bergegas kerumah, tapi karena telingaku belum tuli dan mudah-mudah tidak tuli dan juga mudah-mudahan bukan bermaksud menguping, dan semoga saja bukan menguping.
wah eta beneran baruk ti kelas lima esde” yang artinya, wah itu beneran dari kelas lima SD.


Jidatku mulai berkerut, eit bukan karena menua, tapi disengaja biar mimik wajahnya dapet, ha,,,ha,,, belaga kaya syuting sinetron picisan. Langkahku tertahan, bukan karena ada yang megangin ko. Tertahan karena mendengar salah satu nama yang mungkin aku pernah mengenalnya. Sonia.


Lantas aku taku terlibat bigos yang ga jelas juntrungannya, aku benar-benar melarikan diri kerumah. Dan aku kaget setenagh hidup mendapati si evi tergeletak diatas kasur tanpa reaksi, aku tidak segera lari dan berteriak eviiiiiiiiiii…… tidak,,tidak,,, aku menebak pasti si evi pingsan??? Bukan tapi tidur apa bobo ya? Ah sama aja, intinya si evi lagi terpejam matanya, dan meringkuk tubuhnya diatas kasur.


Akupun serta merta membangunkannya, mengguncangkan tubuhnya, sebenarnya sih mau nanyain umy, karena si evi tetap membisu aku biarkan saja, end aku simpulkan umy tidak ada, karena aku melacak kedapur tidak ada, di pojok kamar juga tidak ada, diatas kursi juga tidak ada yang duduk, didalam lemari, ah mana mungkin umy didalam lemari kan ga lagi petak umpet. Intinya lagi umy sudah berangkat pergi ke banjar, nama daerah yang akan dituju umy menemui abi.


Tepat pukul 13:30 perutku meraskan  sesuatu yaitu “lapar” kamu tau apa itu lapar, itu kalau pemimpin upacara lapar ke Pembina upacara, hah bukannn?! Oh lapor. Yaitulah lapar adalah: kondisi perut dalam kedaan ingin diisi. Sejurus kemudian aku lari kedapur, sebenarnya ga pake jurus lari-lari kedapur, biar kesannya gimanaaaaa githcuu he,,he,, ya aku kedapur kemudian membuka penutup makanan diaatas meja makan, dan yang kutemui adalah idam nasi yang aku lagi males jika makan dengan lauk pauk itu, kemudian tanganku menarik pintu kulkas mencari sesuatu yang dapat kumakan, yes ada endog oge, maksudnya ada telur, dibikinlah telur goreng buatan neneng zona, rasanya sedikit asin tapi ga apa-apa, kalau kata umymah biar awet makannya, ha,,ha,,, tidak lupa segelas minuman dingin rasa jeruk.


Masih merasa ada yang kurang aku bawa sepiring nasi dan segelas minuman menghadap tv, subahanallah rupanya sedang ada info sekilas berita, kebalik ya, ga apa-apalah itu berita tentang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Aku jadi mesem sendiri ga ada yang nemenin. Bismillahirahmanirahim, Allahuma bariklana fiima rozaktana wakina adza bannar, secomot nasi mulai melayang dan mendarat dimulutku yang sudah siap mengangap, sambil makan itu aku berpikir, dan berandai-andai menjadi salah satu pejabat dikampung kayanya seru deh, aku punya misi.
1.      Kampung bebas asap rokok
2.      Jalan dikampungku akan diperbaiki
3.      Musnahkan permaksiatan di kampung

Insya allah ga akan ada yang dukung heu,,heu,,. Ah aku ga mau terlalu pusing dengan politik, melekmah melek, tapi diam sajalah.. lanjut dengan makananku yang sudah hampir habis. Acara makan siang selesai, aku harus cepat mengembalikan piring dan gelas ke dapur, tapi mataku sedikit jelalatan sama makanan, penasaran buka lagi kulkas, wuihh.. ada agar coklat yang menggoda, ah sedikit saja aku memotongnya, sedikit ukuran zonamah da benten. Benten itu nama propinsi, bukan itumah banten. Benten itu beda, ah zonamah matak memusingkan.

***

Sonia, itu nama yang pernah aku dengar pas waktu datang kerumah sepupuku lho ko balik lagi kesitu??? Iya jangan komen, ada sesuatu yang harus diketahui oleh para remaja remaji.
Apa…..??????????????!!!! ouh tidak apa-apa itu si neng zona lagi ngetes apa suaranya masih bisa buat teriak atau tidak he,,he,,,
Keesokan harinya aku sakit, cie yang sakit, ya biasa batuk-batuk sama emflu, jadilah zona dirawat dirumah, aku memilih dirumah Euceu Eneng, dan mojok di kamar sendiri, biar ga banyak yang menggangu.
Saatnya minum obat, tapi harus makan dulu, beringsutlah aku kedapur cari makan, didepan tv sudah ada Euceuh Iron Man, maksudnya Euceu mau nyetrika pakaian, suaminya, anaknya, juga punyanya sendiri. Aku tidak jadi mengambil itu makan, malah duduk disebelah Euceu, ada makanan ringan yang membuatku harus duduk disana.
Nah mulailah aku keingetan Sonia,
the, ari anu kamari naon Sonia??” the yang kemarin apa Sonia.
ouh eta Sonia Geuningan anak Raden Oha, Ibu Eho,” ouh itu Sonia anaknya Pak Raden Oha dan Ibu Eho.
“kenapa dengan Sonia? Denger-dengermah kemarin dari kelas lima esde?
“iya kumpul kebo?” wah bagus dong, rajin ngumpulin kebomah, cepet kaya atuh. Pikirku dalam tempurung kepala, tidak aku sampaikan ke Euceu, karena aku juga ngerti ko kumpul kebo itu, apa?? Apa ya, ya itulah pokonya negative.
“ko bisa the, kumaha caritana?” aduh semoga aku tidak sedang bergosip, tapi kalau aku tidak cari tau nanti malah aku yang suudzhon.
“jadi ceritanya, Sonia itu anak yang terpandang, orangtuanya punya orang kepercayaan, yang selalu bisa diandalkan, mang patil namanya”
Mang lele atuh heu,,heu,,,
“Si Sonia sering ditidurin sama mang patil yang rumahnya berhadapan, prilaku seperti itu terjadi dari mulai kelas lima esde, dan baru diketahui keluarga beberapa minggu yang lalu”
what??? Rumahnya berhadapan, ko bisa ditiduran??? Aku ga tau orangnya yang mana, tapi rumahnya tau”
“ah kamumah tara tau tatangga oge” gerutu Euceu, lantas dia bersedia bercerita lagi.
“dulu waktu Sonia SD sok di iming-iming duit, teruskan Soniateh kuliah di kedokteran sekarangmah, itu bapaknya sampai menjual tanah, menjual harta kekyaaan demi anaknya masuk kuliah kedokteran yang uangnya mencapai ratusan juta”
Mendengar ratusan juta aku langsung mikir kalau aku punya uang sebanyak itu, aku mau buat rumah, kalau engga buat kumpul-kumpul modal awal nikah...hi,,hi,,,
“pihak kampus yang mengadakan tes mengetahui bahawa Sonia sudah tidak perawan, dan langsung menghubungi keluarga Sonia, jadilah semuanya tau kebususkan mang patil”
“kok kebususkan the? Memangnya mang patil melakukan apa saja?” gaya introgasiku mulai lebay.
“kan mang patil the rentenir, trus eta si Soniateh didagang-dagangkeun, ceunahmah udah sama beberapa laki-laki da, lumayan nambah devisa”
Ah si Euceu tau devisa oge. Aku masih menjadi pendengar setia, sampai beritanya selesai dibacakan.
“sekarang Sonia di kurung dirumahnya dan tidak melanjutkan kuliah, ah kamumah tau itu saja, tau Elang, anaknya Pak Gareng?”
“tau kenapa lagi denganya?”
“itu anak baru kelaur dari bui” bui itu penjara.
“abis sepuluh juta, gara-gara merkosa anak gadis, sama Dion anak tetangga RT56 sampaing kita”
Wah lumayan tuh duit sepuluh juta buat biaya-biaya kuliah, yah malah kepolisikeun. Gumamku.
“ terus anak tirinya Pak Jeko juga hamil tanpa suami” teteh melanjutkan.


Astagfirullohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhaladzim… ada apa dengan kampungku???? Aku tak habis pikir, ada apa ini?? aku bersyukur tidak tinggal dikampung, dan aku bersyukur umy menjebloskanku ke penjara suci, juga umy mengkuliahkanku, tak lain suapaya aku menjadi orang yang mengerti.
Aku tak banyak kata lagi, dadaku terasa sesak, ternyata disekitarku banayak anak muda yang seperti itu. Aku kalau pulang kerumah, hanya dirumah saja, tidak kemana-mana.. aku terus beristighfar.
Aku jadi ingat pesan umy, supaya berhati-hati menjaga diri. Ah aku akan selalu mengingat pesan umy itu.
Firman Allah swt. Semakin memperkuat.

“dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu” (al-Ahzab:33)

Setealahnya dianggap selesai pembicaraan dan perbincangan dengan Euceu aku segera makan, dan minum obat, secepat mungkin langsung masuk kamar dan istirahat kembali, sebelum tidur aku benar-benar berdo’a memohon ampun kepada Allah, juga memohon perlindungan.
Tadi itu aku bukan maksud bergosip, menggunjing, tpi aku mengambil pembelajaran yang berharga, bahwsannya hikmah yang dapat diambil adalah:
1.      Kelurga, perdekatlah hubungan keluarga, jagalah dengan baik, ajarkan agama didalam keluarga.
2.      Akibat dari semua itu tidak terkecuali hanya akan menjadikan semuanya berantakan, semua tercemar, nama baik diri sendiri dihadapan Allah, manusia, seluruh alam membenci.
3.      Orang tua kecewa, semua orang yang mengenal bahakan yang tidak mnegenalpun kecewa dan merasa jijik.
4.      Bertemanlah dengan orang-orang yang berilmu, berakhlak, dan beragama.
5.      Berhijablah, hijab segalanya. Jagalah kehormatan.

Terakhir, apa ya, aku jadi lupa mau nulis apa, ya itu aku merinding. Semua nama yang ada aku samarkan, tau samar, itu tidak jelas, alias remeng-remeng kayanya, fiktif atuh, ga tau juga fiktif, lah namanyanaya ga pada asli pokonamah. Sudahhlah demikian dariku. Seoga bisa jadi peringatan!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar